• Home
  • Sekitar Kita
  • Terkait Pembubaran Kuda Kepang, Ini Penjelasan Ketua FUI Medan

Terkait Pembubaran Kuda Kepang, Ini Penjelasan Ketua FUI Medan

Administrator Jumat, 09 April 2021 16:14 WIB
17merdeka.com
Aksi kericuhan dalam aksi acara kuda lumping yang sempat terekam.
17MERDEKA, MEDAN - Kisruh tentang pembubaran tarian kuda kepang yang viral dan berujung ke laporan polisi, langsung direspon cepat Forum Ulama Islam (FUI) Kota Medan. FUI Medan menilai kejadian ini jangan menjadi ajang keuntungan kelompok tertentu dengan memojokkan bahkan penghinaan dan pelecehan terhadap FUI itu sendiri. 

Ketua FUI Medan, Ustadz Nursarianto, S.PdI menjelaskan, kributan itu terjadi di tanah kosong di belakang hotel Gren Jamik Jalan Gagak Hitam Sunggal atau 40 meter sebelah kanan di belakang hotel tersebut. 

"Jadi keributan itu terjadi pada Jumat, 2 April 2021 sekitar pukul 5 sore dan FUI tidak membubarkan kuda lumping yang membubarkan itu kepling menjabat Komandan FUI Medan," jelas Ustadz Nursarianto, Jumat (9/4/2021) sore. 

Dilanjutkannya, cuma saat itu anggota FUI mengantarkan kepling pulang dari acara peresmian Kantor Gerindra Medan Deli dan sampai di rumahnya melihat pertunjukan kuda lumping itu.

"Nah saat itu spontan kepling yang kebetulan memakai baju FUI membubarkannya. Alasan pembubaran karena tidak ada ijin dan melanggar kerumunan di masa Covid-19. Jadi bukan karena ada kesyirikan, ini dilakukan untuk mengalihkan pelanggaran kerumunan dan tidak ada izin," tegasnya. 

Kemudian, saat ditanya kepling soal izin acara ternyata tidak ada izin. Akibatnya pemimpin kuda lumping tidak terima kepada pengundang karena merasa dibohongi hingga terjadi pertengkaran di antara pengundang dan pimpinan kuda lumping namun dapat dipisah oleh internal mereka.

"Akhirnya dengan kesadaran sendiri, para grup kuda lumping mengemas perlengkapan kuda lumpingnya dan berangsur-angsur pergi. Namun perempuan yang memakai baju hitam sebagai pengundang kuda lumping tidak trima acara kuda lumping dibubarin oleh kepling hingga dia berteriak dan terjadi keributan warga yang tidak terima dengan kepling tersebut," bebernya lagi. 

Ditambahkannya, FUI Medan saat itu hanya menyuruh pulang penonton agar meninggalkan lokasi karena kerumunan dan pemain kuda kepang sudah membubarkan diri. Tapi pihak pengundang masyarakat setempat tidak terima, apalagi infonya mereka sudah mengutip uang ke masyarakat pada malam hari untuk mengundang kuda lumping. 

"Saat itu Babinsa dan Polri dari Polrestabes Medan juga hadir dan meminta acara dibubarkan namun saat sampai di perumahan masyarakat pengundang menyerang Laskar FUI mengakibatkan 1 anggota Laskar FUI terluka dan sudah melapor ke Polsek Medan Sunggal,"pungkasnya. 

Sebelumnya, Perkumpulan Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Sumatera Utara (Sumut), melaporkan ormas FUI atas dugaan tindakan persekusi ke Polrestabes Medan, Kamis (8/4/2021) sore. Laporan ini terkait ricuh yang terjadi saat pembubaran acara kuda lumping/kepang yang diwarnai adu pukul di Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumut. (17M.05) 



T#g:
Komentar
Berita Terkini
Rabu, 12 Mei 2021 17:23

MUI Sumut Larang Takbiran Keliling

Sekitar Kita
Rabu, 12 Mei 2021 16:59

Pamatwil Poldasu Cek Perbatasan Sumut-Riau

Sekitar Kita
Rabu, 12 Mei 2021 14:57

Pamatwil Polda Sumut Cek Perbatasan Sumut-Riau

Sekitar Kita
Selasa, 11 Mei 2021 19:26

Polda Sumut Fungsikan Piket 110 Presisi

Sekitar Kita
Senin, 10 Mei 2021 21:12

Kapal Asing Pencuri Ikan di Selat Malaka Ditangkap

Kriminal & Hukum
Senin, 10 Mei 2021 21:01

3 Oknum Polrestabes Medan Dilaporkan ke Propam

Kriminal & Hukum
Senin, 10 Mei 2021 21:00

Polisi Sita SIM Sopir Angkutan Positif Narkoba

Kriminal & Hukum
Senin, 10 Mei 2021 13:00

Brimob Poldasu Patroli di Bandara Kualanamu

Sekitar Kita
Hari ini: 25.683
Kemarin: 166.680
Bulan Ini: 130.473
Total pengunjung: 3.693.902.188.076
Hits hari ini: 63.673
Total Hits: 29.040.842.609.882
Pengunjung Online: 160