• Home
  • Sekitar Kita
  • Minat Masyarakat ke Luar Negeri Tinggi, Pemahaman Kepabeanan Rendah

Minat Masyarakat ke Luar Negeri Tinggi, Pemahaman Kepabeanan Rendah

Administrator Rabu, 04 Desember 2019 08:42 WIB
17merdeka.com
Petugas Bea Cukai Kualanamu menunjukkan barang-barang hasil penindakan.


17MERDEKA, KUALANAMU - Akhir-akhir ini minat masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk bepergian ke luar negeri semakin meningkat. Saat ini, setiap harinya terdapat 24 penerbangan atau sekitar 2.000 penumpang yang tiba di Bandar Udara (Bandara) Kualanamu dari luar negeri.

Namun, tren kenaikan tersebut belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat tentang aturan kepabeanan, terkait barang bawaan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Bagus Nugroho kepada wartawan pada acara Coffe Morning, Selasa (2/12). 

"Banyak permasalahan pada saat berhadapan dengan petugas bea cukai di Bandara Kualanamu saat kedatangan, diakibatkan persepsi yang salah dan kurang pahamnya penumpang atas aturan bea cukai terkait barang bawaan penumpang," kata Bagus.

Diapun memberi tips agar para penumpang bisa lebih nyaman dalam perjalanan. Pertama, mengisi customs daclaration. Kedua, mengetahui fasilitas pembebasan. Selanjutnya, mengenali barang bawaan. 

"Customs declaration adalah pemberitahuan pabean atas barang-barang impor yang dibawa penumpang. Agar lebih nyaman dan cepat, bagi penumpang yang akan tiba di Bandara Kualanamu, pengisian diharapkan menggunakan customs declaration online yang bisa diunduh di playstore dengan nama Customs Declaration@KNO untuk smartphone android atau melalui web cusdec-kno.net. penggunaan customs declaration online akan memberikan kemudahan bagi penumpang, karena bisa mengisinya kapan saja dan di mana saja, walaupun masih berada di luar negeri. Pada saat tiba di Bandara Kualanamu, penumpang tersebut tinggal men-scan kode pengisian customs declaration online pada alat scanner di area bea cukai," paparnya.

Pemerintah, sambungnya, juga memberikan fasilitas pembebasan pajak terhadap barang bawaan pribadi penumpang sampai nilai USD 500 perorang. Sehingga, pengenaan pajak hanya dikenakan atas kelebihan nilai dari USD 500. 

"Namun perlu diketahui, fasilitas pembebasan tidak berlaku untuk selain barang pribadi penumpang. Terhadap barang non pribadi penumpang, akan dikenakan pajak meskipun nilainya kurang dari USD 500. Selain itu, terhadap karakteristik barang yang terkena cukai, bea cukai juga menyediakan fasilitas pembebasan paling banyak 200 batang sigaret, 25 batang cerutu atau 100 gram tembakau iris dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol yang atas kelebihannya akan dimusnahkan oleh petugas," jabarnya.

Dilanjutkannya, penumpang sangat perlu untuk mengetahui dan mengenali barang bawaannya, apakah barang tersebut masuk dalam kriteria barang larangan/pembatasan atau tidak. 

Barang larangan adalah barang yang dilarang pemasukannya ke dalam wilayah NKRI. Sedangkan barang pembatasan adalah barang yang masuknya memerlukan perizinan dari kementerian atau lembaga teknis terkait. 

"Contoh barang larangan, narkotika, pakaian bekas, barang-barang yang mengandung konten pornografi," sebutnya.

Perlu diketahui, kata Bagus lagi, pembawaan mata uang juga wajib dilaporkan kepada petugas bea cukai, di mana ditekankan pada jumlah mata uang senilai Rp100 juta atau lebih, atau mata uang asing yang bernilai sama. 

"Jika pembawaan mata uang ini tidak diberitahukan, maka bea cukai akan mengenakan sanksi berupa denda yang harus dibayarkan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Dengan mengenali barang bawaan dan ketentuannya, penumpang bisa menghindarkan penindakan oleh petugas bea cukai," tegasnya.

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Kualanamu, Jumino, menyampaikan jajarannya dalam kurun waktu Januari sampai November 2019, telah melakukan penindakan pelanggaran sebanyak 322 kali terhadap barang bawaan penumpang.

Di antara penindakan tersebut, di antaranya sembilan kasus penyelundupan narkotika dengan total yang dicegah sebanyak 70,1 gram sabu, 7.973 butir ekstasi, 12 butir amphetamine dan 26.600 gram daun Khat. 

Terhadap pembawaan mata uang tunai yang tidak dilaporkan terdapat 32 kasus pelanggaram dalam dengan total uang tunai Rp6.222.653.971 dan total denda senilai Rp612.921.645. (17M.05) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Kamis, 12 Des 2019 21:32

Kapoldasu Kembali Keluarkan TR Mutasi Mendadak

Sekitar Kita
Kamis, 12 Des 2019 21:29

Polda Sumut akan Tindak Penimbun Sembako

Sekitar Kita
Rabu, 11 Des 2019 20:24

LBH Medan Tuding Majelis Hakim PN Medan Lakukan Pembiaran

Kriminal & Hukum
Selasa, 10 Des 2019 18:34

BNN Grebek Gudang Sabu di Tembung

Kriminal & Hukum
Senin, 09 Des 2019 22:44

Kejatisu Tahan Pimpinan Divisi Treasury Bank Sumut

Kriminal & Hukum
Senin, 09 Des 2019 22:37

Dibonceng Lexi, Mike Tewas Dihantam Truk

Peristiwa
Senin, 09 Des 2019 22:34

Gara-gara Dugem Motif Samsir Bunuh Kekasih

Kriminal & Hukum
Senin, 09 Des 2019 21:51

Ditinggal Sebentar, Sepeda Motor Hilang dari Teras Rumah

Kriminal & Hukum
Hari ini: 2.037
Kemarin: 249.360
Bulan Ini: 100.872
Total pengunjung: 1.653.166.326.000
Hits hari ini: 14.416
Total Hits: 10.034.773.561.623
Pengunjung Online: 153