• Home
  • Pemerintahan
  • Terkait Diperiksanya 2 Wartawan, Jurnalis Demo Mapolres Deliserdang

Terkait Diperiksanya 2 Wartawan, Jurnalis Demo Mapolres Deliserdang

Administrator Rabu, 20 November 2019 21:26 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, LUBUKPAKAM - Puluhan jurnalis dan masyarakat peduli wartawan menggelar aksi unjuk rasa ke Mapolres Deliserdang, Rabu (20/11). Aksi ini merupakan bentuk solidaritas untuk menolak dugaan kriminalisasi pers menyusul pemeriksaan yang dilakukan terhadap 2 wartawan media online. 

Kedua wartawan yang bertugas di Deliserdang itu sebelumnya diperiksa Sat Reskrim Polres Deliserdang terkait pemberitaan istri Bongotan Siburian terjatuh pada saat momen pelantikan. 

Massa menggelar aksi unjuk rasa, puluhan wartawan dan masyarakat terlebih dulu berkumpul di depan Mapolres Deliserdang. Mereka mengikatkan pita hitam pada tangan masing-masing guna mengantisipasi adanya penyusup.

Koordinator aksi, Batara Sidik Tampubolon, dalam orasinya mempertanyakan sikap pihak Polres Deliserdang yang menerima laporan konseling (Dumas) dengan melakukan pemanggilan terhadap 2 jurnalis tersebut.

Menurutnya, pemeriksaan itu terkesan dipaksakan dan dikebut proses laporannya dengan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi dari jurnalis serta staf DPRD Deli Serdang.

"Mempertanyakan sikap Polres Deli Serdang yang menerima laporan konseling oknum istri anggota DPRD Deli Serdang terkait pemberitaan dengan tidak mempertimbangkan untuk mengarahkan penyelesaian kasusnya dengan berpedoman kepada UU Pers Nomor 40 tahun 1999 melalui Hak Jawab," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Polresta Deli Serdang untuk memahami dan berpedoman kepada MoU atau nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: 2/DP/MoU/II/2017 - Nomor: B/15/II/2017 tentang kordinasi dalam perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.

"Dalam pasal 4 ayat (2) berbunyi Pihak kedua (dalam hal ini kepolisian) apabila menerima pengaduan dugaan perselisihan/sengketa termasuk surat pembaca atau opini/kolom antara wartawan/media dengan masyarakat akan mengarahkan yang berselisih/bersengketa dan/atau pengadu melakukan langkah-langkah secara bertahap dan berjenjang mulai dari menggunakan hak jawab, hak koreksi, pengaduan ke pihak kesatu (dewan pers) maupun proses perdata," tegas Batara.

Sementara itu, Indra Gunawan Sipahutar, seorang jurnalis yang ikut dalam aksi itu menambahkan bahwa tidak semestinya Polres Deli Serdang menindaklanjuti laporan konseling yang berkaitan pemberitaan.
Pasalnya lanjut Indra, hal itu merupakan produk jurnalistik sehingga harus diselesaikan sesuai UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers dan nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian. 

"Penyelesaian pemberitaan bukan diselesaikan dengan KUHPidana tapi UU RI Nomor 40 tahun 1999 tentang pokok pers," tegas Indra Sipahutar.

Selain menyampaikan dugaan kriminasi pers, massa juga menyampaikan jika hingga saat ini masih ada laporan pengaduan korban Doni Parhusip dengan terlapor Bongotan Siburian kasus penganiayaan yang sudah hampir 3 tahun.

Menjawab massa, Wakapolres Deli Serdang, Kompol Hendrawan SIK didampingi Kasi Propam Iptu Natanail Sitepu, Kaur Mintu Reskrim Ipda OJ Samosir, dan Paur Humas Iptu Masfan Naibaho berjanji bahwa informasi itu akan ditindaklanjuti.

"Namanya ada pengaduan dari masyarakat wajib menerima dan nanti akan digelar laporan konseling itu dengan memanggil penyidik untuk digelar. Yang penting kita profesional dalam menangani laporan konseling. Ini penyelidikan untuk mengetahui secara pasti terkait laporan konseling isteri dari Bongotan Siburian," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Elina Sinabariba istri dari anggota DPRD Bongotan Siburian yang baru dilantik terjatuh setelah kakinya tersandung lantai saat akan mengikuti momen ucapan selamat di ruang paripurna,
DPRD Deli Serdang, Senin (14/10) lalu.

Merasa tak senang dengan pemberitaan itu, Elina kemudian membuat laporan ke Mapolres Deli Serdang. Pihak Polres Deli Serdang kemudian menerbitkan surat Konseling Laporan Pengaduan dan memanggil Fani Ardana dan Hulman Situmorang untuk dimintai keterangan. 

Selain Fani Ardana dan Hulman Situmorang, pihak Polres Deliserdang juga sudah menjadwalkan pemanggilan 2 wartawan lainnya, Batara Tampubolon dari Sumut Pos dan Divo Sapta wartawan Medan Pos untuk dimintai keterangannya. (17M 13)

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Senin, 23 Mar 2020 23:10

Polresta Deliserdang & Kejari Samakan Persepsi CJS

Pemerintahan
Kamis, 19 Mar 2020 22:34

10 WNA Ditolak Masuk di Bandara Kualanamu

Pemerintahan
Selasa, 17 Mar 2020 21:39

Jaga Stamina, Kombes Yemi Bersepeda 7,2 Km

Pemerintahan
Senin, 16 Mar 2020 21:40

Kades Bangun Sari Diduga Selewengkan Anggaran

Pemerintahan
Senin, 16 Mar 2020 10:36

Virus Corona di Deliserdang Masih Nihil

Pemerintahan
Hari ini: 75.912
Kemarin: 636.336
Bulan Ini: 200.113
Total pengunjung: 2.090.434.146.270
Hits hari ini: 152.296
Total Hits: 13.195.519.661.688
Pengunjung Online: 183