Pasutri Ini Hidup hanya Mengandalkan PKH Rp 150.000 Perbulan

Administrator Kamis, 21 Mei 2020 20:16 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Dauli Hasibuan (61) dan Nurimawan Pohon (51) warga desa Tanjung Siram Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan batu ini lebih sering menahan lapar akibat kekurangan bahan makanan yang harus dimakan.


Itu diceritakan pria yang sejak kecil sudah mengalami gangguan penglihatan (buta total) untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari Uli menjadi tukang kusuk panggilan sedangkan istrinya kerja serabutan.


"Saya tukang kusuk, kalau istri saya kerja apapun yang penting bisa dapat makan," urainya, Kamis (21/5/2020).


Rumah tua berukuran 3x3 tempat mereka tinggal sudah sangat memprihatinkan ruang tamu tidak ada terlihat kursi atau tikar sebagai tempat duduk. Ruangan itu berantakan dan ada sebuah tabung gas serta kompor gas. Selain itu ada peralatan untuk memasak yang sudah jauh dari baik keadaanya.


Di sisi kanan ada sebuah kamar kecil yang dipakai pasutri itu untuk beristirahat tanpa ada tilam. Ruang tidur itu hanya beralasan papan yang tersusun tidak beraturan.


"Ini lah kalau hujan takut kami sudah bocor, tapi mau bagaimana lagi," sampainya.


Harapan pasutri yang tidak dikarunia anak tersebut sangat tergantung dari bantuan orang termasuk bantuan PKH dari pemerintah perbulannya. Dana bantuan itu untuk dipergunakan membeli kebutuhan makan.


"Sebenarnya dapat Rp 160 ribu tapi kata pendamping desa Rp 10 ribu dipptong setiap menerima jadi Rp 150 ribu," bebernya polos.


Kepala Desa Tanjung Siram Riskon Hasibuan ketika dikonfirmasi via seluler terkait ada warganya bernama Ahmad Dauli Hasibuan sangat butuh bantuan lain meskipun sudah mendapat program bantuan PKH, Riskon membenarkan bahwa Dauli adalah warganya dan juga susah terdaftar sebagai penerima PKH yang setiap bulannya mendapat Rp 150.000,- .


"Di karenakan sudah mendapat, Dauli tidak bisa mendapat bantuan lain termasuk bantuan Rp 600.000," jawabnya di hari yang sama.


Mengenai adanya bebeberapa bantuan yang diprogramkan Pemerintah Kabupaten Labuhan batu antara lain Baznas, Paket pasar murah mengapa Dauli tidak tersentuh padahal kediaman tepat bersebelahan dengan Kantor Kepala Desa, Riskon tetap berargumen bahwa bila sudah mendapat bantuan PKH tidak bisa mendapat lagi dan dialihkan ke warga lain.


Namun Riskon berjanji akan mengeluarkan surat miskin seperti yang akan diajukan ke Baznas oleh rekan media agar dapat bantuan perbulan sebagai tambahan dari program PKH yang telah ada. (17M.16) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Kamis, 28 Mei 2020 21:14

Heboh!! Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas di Percut

Kriminal & Hukum
Kamis, 28 Mei 2020 21:10

Sebulan, Polrestabes Medan Ringkus 60 Bandit Narkoba

Sekitar Kita
Kamis, 28 Mei 2020 20:59

Pemilik Bengkel Bunuh Penarik Becak Bermotor

Kriminal & Hukum
Kamis, 28 Mei 2020 20:55

Personel Polsek Medan Kota Jalani Rapid Test Massal

Sekitar Kita
Kamis, 28 Mei 2020 20:51

Polda Sumut Perpanjang Masa Ops Ketupat Toba 2020

Sekitar Kita
Kamis, 28 Mei 2020 20:47

Pulang dari Pekanbaru, Buronan Curanmor Ditangkap

Kriminal & Hukum
Rabu, 27 Mei 2020 19:58

RS Mata Mencirim Dijilat Api

Peristiwa
Rabu, 27 Mei 2020 19:41

Kegiatan Belajar Mengajar Belum Ada Petunjuk Baru

Pemerintahan
Rabu, 27 Mei 2020 19:15

Kapoldasu Terapkan Protokol Kesehatan

Sekitar Kita
Selasa, 26 Mei 2020 19:31

Perayaan Lebaran di Sumut Aman

Sekitar Kita
Selasa, 26 Mei 2020 19:11

Pengacara Doni Siburian Dituding Tipu Klien Rp 70 Juta

Kriminal & Hukum
Selasa, 26 Mei 2020 19:00

Toko Serba Lima Ribu Kampung Baru Terbakar

Peristiwa
Hari ini: 71.736
Kemarin: 515.928
Bulan Ini: 197.113
Total pengunjung: 2.367.092.595.569
Hits hari ini: 178.831
Total Hits: 15.361.803.118.389
Pengunjung Online: 175