Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas di Mapolres Labuhanbatu

Administrator Selasa, 08 Oktober 2019 14:23 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, LABUHANBATU - Massa yang tergabung dalam Kelompok Diskusi Mahasiswa dan Pemuda (KODI M/P) Labuhanbatu gelar aksi solidarita di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Labuhanbatu. Selasa (8/10/2019).

Aksi unjuk rasa yang digelar tersebut untuk menyikapi tindakan Represif oleh pihak Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) terhadap Mahasiswa yang terjadi di depan Gedung DPRD Labuhanbatu saat Aksi unjuk rasa Mahasiswa dan Masyarakat, seorang Mahasiswa yang merupakan salah satu Koordinator Lapangan menjadi korban Amos Peblius Sihombing.

"UU no 9 tahun 1998 adalah dasar hukum kami untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Dalam dunia pergerakan mahasiswa, dorong-dorongan dengan pihak aparat keamanan adalah hal yang sudah lumrah disaat Melakukan aksi unjukrasa. Akan tetapi, dikalau dari pihak aparat melakukan pemukulan terhadap pengunjuk rasa, berarti pihak aparat mengkangkangi UU no 9 tahun 1998"terang Agus Daulay salah seorang Koordinator Lapangan pada Aksi Solidaritas tersebut. Selasa (8/10/2019).

Agus Daulay mengemukakan, pada prinsipnya aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi tidak memiliki kewenangan memukul/menganiaya para demonstran. Pemukul/penganiaya yang dilakukan oleh aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi, adalah bentuk pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan lainnya terkait dengan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat.

"Menyampaikan pendapat didepan umum telah di lindungi oleh konstitusi Negara Republik Indonesia. Yakni pada pasal 28E UUD 1945. Pemerintah juga telah memberikan amanat kepada Polri dalam pasal 13 ayat (3) UU No. 9 Tahun 1998. Yaitu, pelaksanaan pendapat dimuka umum, bahwa Polri bertanggung jawab menyelenggarakan keamanan dan ketertiban umum sesuai prosedur yang berlaku."terang Agus.

Namun, lanjut Agus, kondisi di lapangan sangat jauh dari amanah dan semangat undang-undang. Seperti adanya tindakan beberapa oknum aparat Kepolisian. Dugaan Kabag Ops beserta anggotanya dan beberapa anggota Sat Pol PP Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terhadap rekannya Amos P Sihombing ketika menggelar aksi di depan gedung DPRD Labuhanbatu tanggal 30 September 2019 yang lalu. 

"Rekan kami mengalami luka di mata, dagu, dan luka memar dibagian kepala. Hal yang sangat disesalkan keberadaa Kabag Ops Polres Labuhanbatu beserta anggotanya yang diduga melakukan penganiayaan tersebut."ungkap Agus.

Berikut tuntutan KODI M/P Labuhanbatu yang ditembuskan ke Kapolri dan Kapolda Sumutera Utara yakni pertama, mencopot dan menindak Kabag Ops Polres Labuhanbatu dan anggotanya karena diduga melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa Universitas Labuhanbatu (ULB) Fakultas Sains dan Teknologi Amos P Sohombing. Kemudian yang kedua, meminta kepada pihak Polres Labuhanbatu untuk memeriksa Kabag Ops beserta anggotanya.

Tuntutan ketiga Mahasiswa, copot dan tindak segera Kasat Intel Polres Labuhanbatu. Sebab, dinilai kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan disinyalir melakukan pembiaran. Dan ke-empat, Mahasiswa meminta Kapolres untuk di copot dikarenakan adanya dugaan membiarkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh anggotanya. "Kapolres harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian tersebut."papar Agus.

Pada tuntutan kelima, mahasiswa meminta Polres Labuhanbatu untuk agar segera memeriksa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkab Labuhanbatu yang diduga turut serta melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa dan mencopot Kasat Pol PP dan anggotanya.

"Dalam aksi ini, kami minta Polres memeriksa anggota Sat Pol PP, dan kepada Bupati Labuhanbatu untuk mencopot Kasat Pol PP dan anggota yang terbukti melakukan penganiayaan."tutup Agus. (17M.12) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Bpd labuhanbatu
Sabtu, 19 Okt 2019 16:59

Kantor LBH Medan Dilempar Bom Molotov

Peristiwa
Pelantikan-bupati-asahan
Jumat, 18 Okt 2019 19:22

Dua Siswa MAN 1 Dikeroyok Puluhan Pelajar

Kriminal & Hukum
Jumat, 18 Okt 2019 19:07

DPO Samsul Tarigan Berakhir Setelah Tertangkap

Kriminal & Hukum
Kamis, 17 Okt 2019 20:43

Poldasu Ringkus 2 Perampok Truk Mengaku Polisi

Kriminal & Hukum
Kamis, 17 Okt 2019 15:36

Kepala Sekolah Mengenali Unsur Kemajuan Sekolah

Pemerintahan
Rabu, 16 Okt 2019 18:36

Tiga Tersangka Curanmor Spesialis Rusak Gembok Diringkus

Kriminal & Hukum
Rabu, 16 Okt 2019 18:09

Ajudan Walikota Medan Diboyong KPK

Kriminal & Hukum
Hari ini: 127.501
Kemarin: 396.744
Bulan Ini: 146.701
Total pengunjung: 1.417.299.085.410
Hits hari ini: 214.360
Total Hits: 8.533.744.838.282
Pengunjung Online: 169