Kebakaran Kejagung, Polri Pastikan Tak Terjebak Politisasi

Administrator Sabtu, 24 Oktober 2020 23:15 WIB
Internet



17MERDEKA, JAKARTA - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menegaskan pihaknya tak akan terjebak dalam politisasi saat pengusutan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.


"Tim penyidik gabungan kasus kebakaran Kejagung tak akan terjebak politisasi, sesuatu yang tak ada namun didorong supaya ada. Penyidik tak mengada-ada," kata Ferdy dalam keterangannya, Sabtu (24/10).


Sambo mengklaim bahwa tim penyidik gabungan Polri sudah bertindak secara profesional dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Menurutnya, penyidik bahkan sudah melibatkan ahli profesional di bidang kebakaran.


Sambo menerangkan bahwa pihaknya juga telah menggelar rekonstruksi saat proses penyelidikan dan penyidikan.


Saat proses penyelidikan, rekonstruksi dilakukan untuk mengecek hasil berita acara dengan fakta yang ada di lapangan.


"Penyidik ingin mengetahui semua posisi dan kegiatan pegawai Kejaksaan Agung, tukang, keamanan, cleaning service, dan office boy, serta orang-orang yang berada pada hari kejadian mulai pagi sampai terjadinya kebakaran pada hari Sabtu tgl 22 Agustus," tutur Sambo.


Dalam proses ini, kata Sambo, penyidik menemukan alat bukti yang signifikan, yaitu minyak lobi atau minyak pembersih lantai.


Saat proses penyidikan, mereka juga melakukan empat kali rekonstruksi. Karena sumber api berada di lantai 6 Gedung Biro Kepegawaian, maka rekonstruksi difokuskan di lokasi tersebut.


Rekonstruksi pertama berkaitan dengan semua kegiatan yang ada di lantai 6 sebelum terjadi kebakaran. Rekonstruksi kedua terkait proses pemadaman api yang pertama kali muncul di lokasi itu.


Rekonstruksi ketiga seputar kegiatan tukang selama bekerja di aula biro kepegawaian lantai 6. Terakhir, rekonstruksi keempat dilakukan sebanyak dua kali di laboratorium Fakultas Teknik UI untuk memastikan apakah benar open flame berasal dari bara api.


"Siapa saja, termasuk media, tidak diperkenankan masuk ke tempat kejadian perkara yang di-police line oleh tim penyidik gabungan. Namun, kegiatan ini disaksikan pihak Kejagung," kata Sambo.


Penyidik Bareskrim Polri sudah menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Kejagung ini.


Para tersangka itu terdiri dari kuli bangunan, mandor hingga pejabat pembuat komitmen (PPK) di institusi Kejaksaan Agung, dan Direktur Utama PT APM. Mereka dijerat pasal 188 jo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun.


Kepolisian menyatakan kebakaran ini diduga bermula dari bara api dari rokok yang dibuang lima tersangka kuli bangunan di lantai 6 ruang biro kepegawaian ke dalam kantong plastik berisi material mudah terbakar. (17M/cnn)


T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 05 Des 2020 21:41

Mapancas Geruduk Kantor Kebun Raya-LIPI

Pemerintahan
Sabtu, 05 Des 2020 18:15

Tim SAR Masih Mencari Dua Korban Hilang Banjir

Peristiwa
Sabtu, 05 Des 2020 15:21

Polsek Medan Kota Bantu Korban Terdampak Banjir

Sekitar Kita
Sabtu, 05 Des 2020 15:15

Kapoldasu Jamin Netralitas Polri

Sekitar Kita
Sabtu, 05 Des 2020 15:12

Pemkab Labuhanbatu Peringati Hari ibu

Pemerintahan
Sabtu, 05 Des 2020 11:50

Kabar Duka

Sekitar Kita
Jumat, 04 Des 2020 21:24

Poldasu Tetapkan Bupati Labura dan Labusel Tersangka

Kriminal & Hukum
Jumat, 04 Des 2020 17:08

Besok, Pasukan Pam Pilkada di Sumut Bergeser

Sekitar Kita
Jumat, 04 Des 2020 13:24

7 Kecamatan di Medan Terendam Banjir

Peristiwa
Kamis, 03 Des 2020 17:23

Wanita Pengendara Motor Tewas Dilindas Truk

Peristiwa
Hari ini: 0
Kemarin: 97.224
Bulan Ini: 88.057
Total pengunjung: 3.062.245.077.153
Hits hari ini: 3.154
Total Hits: 22.286.358.042.253
Pengunjung Online: 153