• Home
  • Olahraga
  • Terkesan Arogan, Panitia Turnamen Old Crack di Lapangan Kosek Tak Profesional

Terkesan Arogan, Panitia Turnamen Old Crack di Lapangan Kosek Tak Profesional

Administrator Minggu, 12 Januari 2020 16:37 WIB
Ilustrasi

17MERDEKA, MEDAN - Panitia Turnamen Sepak Bola Old Crack di Lapangan Kosek Polonia Medan, bertindak tidak profesional terhadap pemain. Aturan yang dibuat tidak tidak diterapkan secara tegas.

Bahkan, panitia malah bersikap arogan. Pemain yang juga penonton pertandingan pada Sabtu (11/1) sore diusir keluar area kompleks Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas). 

"Menurut saya, sangat tidak pantas oknum panitia bertindak tidak profesional dan bersikap arogan kepada pemain. Apalagi, turnamen itu digelar di Makosekhanudnas," sesal seorang pemain peserta turnamen kepada wartawan, Minggu (12/1).

Padahal, oknum panitia itu adalah warga sipil yang tidak memiliki kewenangan tentang aturan di lapangan bola Kosek. Sikap arogan tersebut mengundang perhatian seluruh pengunjung dan pemain yang berada di Lapangan Kosek. Tak sedikit juga pemain lain yang mengecam kebijakan dan arogansi panitia tersebut.

Ketidakprofesionalan oknum panitia itu mulai terlihat ketika turnamen memasuki perempat final dengan alasan usia yang tidak sesuai. Pemain Delitua FC yang diberi kebebasan bermain sebanyak tiga kali selama penyisihan group, tiba-tiba dilarang tampil oleh oknum panitia, tanpa ada protes pihak tim lain.

Kebetulan, saat itu Delitua FC bertanding melawan tim Kosek A untuk lolos ke semifinal. Larangan bermain kepada pemain Delitua FC langsung dilancarkan oknum panitia. Pertandingan itu dimenangkan Delitua FC dengan skor 2-0.

"Kalau kamu tetap main, nanti saya dis (kualifikasi)," ketusnya.

Sedangkan sikap arogan itu dipertontonkan oknum panitia ketika pemain Delitua FC yang dilarang bermain hendak menonton timnya bertanding melawan kesebelasan pemprovsu. Ditanya tentang konsistensi aturan panitia penyelenggara saat penyisihan dan perempat final, oknum itu langsung berang.

Dia tetap mengusir pemain yang hendak menonton meski sebenarnya tidak memiliki kewenangan karena bukan petugas keamanan Kosek. Penjelasan tentang Kosekhanudnas adalah lembaga pemerintah yang notabene milik rakyat, tidak dipahami oknum panitia itu.

"Sudah kamu keluar sana. Keluar kau, keluar kau, pergi dari sini," hardik oknum panitia berkulit hitam itu. (17M.02) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Jumat, 03 Apr 2020 13:10

Penjambret Tewas Tabrak Mobil Parkir

Kriminal & Hukum
Kamis, 02 Apr 2020 20:16

Tangkal Corona, Polisi Galang Berjemur

Pemerintahan
Kamis, 02 Apr 2020 20:11

Polsek Pantai Cermin Amankan 2 Pemakai Sabu

Kriminal & Hukum
Kamis, 02 Apr 2020 19:24

Pemuda Sei Lepan Gelapkan Motor Warga Medan Kota

Kriminal & Hukum
Kamis, 02 Apr 2020 18:34

Jumlah Terus Bertambah, 98 Warga Asahan Masuk ODP

Pemerintahan
Rabu, 01 Apr 2020 23:05

Pelaku Pungli Sopir Truk Viral di Medsos Ditangkap

Kriminal & Hukum
Rabu, 01 Apr 2020 22:47

Dilanda Wabah Corona, Belajar di Rumah Diperpanjang

Pemerintahan
Hari ini: 38.267
Kemarin: 67.128
Bulan Ini: 54.070
Total pengunjung: 2.115.000.750.083
Hits hari ini: 86.611
Total Hits: 13.403.291.044.374
Pengunjung Online: 156