Rekam Jejak Buruk M Husni Bertambah

Masalah Pajak & Piutang TA 2013 Jadi Temuan BPK
Administrator Selasa, 06 Maret 2018 10:36 WIB
Dokumentasi
M Husni


17MERDEKA, MEDAN - Rekam jejak buruk M Husni di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Medan (sekarang Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah), ternyata tidak hanya pada tahun 2016, tapi juga di tahun-tahun sebelumnya, salah satunya di tahun 2013.

Di tahun itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya, ketidaktertiban pengelolaan pajak dan piutang pajak serta tidak memadainya pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kota Medan.

Terkait hal itu, M Husni yang sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan ketika dikonfirmasi via layanan messenger, Senin (5/3), berdalih hal itu sudah ditindaklanjuti.

"Itu sudah ditindaklanjuti," jawab Husni singkat.

Terkait kabar jika persoalan itu sudah pernah ditangani penegak hukum, Husni membantahnya. 

"Nggak ada. Piutang itu pembenahan catatan, nggak ada kaitannya dengan aspek hukum," jawab pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Medan tersebut.

Diketahui sebelumnya, di tahun 2016 lalu, persoalan piutang di Dispenda Medan saat masih dijabat M Husni juga bermasalah, yakni tentang pengelolaan dan pelaporan piutang PBB-P2 belum tertib dan penghapusan pajak tidak didukung keputusan walikota dan/atau DPRD.

Begitupun dengan temuan lain di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan tahun 2016, yakni pengelolaan dan pelaporan piutang retribusi kebersihan yang belum tertib dan penatausahaan dan pelaporan piutang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) atas retribusi pelayanan kebersihan yang juga belum tertib.

Salah satu persoalan yang cukup krusial dari dua item itu, yakni mengusulkan penetapan kerugian daerah melalui proses perhitungan kerugian daerah kepada 47 pemungut retribusi dan bendahara penerimaan pembantu wilayah 1 sebesar Rp1.896.147.850.

Terkait persoalan rekam jejak buruk M Husni tersebut, pengamat anggaran dan kebijakan Sumut, Elfenda Ananda pun memberi penilaian. Temuan-temuan itu, katanya, menunjukkan adanya pengelolaan anggaran yang tak transparan. 

Secara prinsip, katanya, pengelolaan keuangan harus harus taat pada azas transparan, efesien, efektif dan akuntabel. Selain itu, harus disiplin dalam penggunaannya. Anggaran juga punya aspek perencanaan yang bisa diukur hasilnya. 

"Apa yang terjadi pada Kepala Dinas Pendapatan (M Husni) Kota Medan menunjukkan belum transparan,  efesien dan efektif serta kurang bertanggung jawab," katanya.

Belum transparan, sambung Elfenda, artinya, apa yang diperoleh dari pendapatan harus transparan dengan mengukur masyarakat dapat mengakses anggaran yang dikelola, baik pendapatan dan belanja dan kemana anggaran tersebut dipergunakan.

"Selain itu, pos pendapatan juga harus bisa dipastikan sesuai dengan data potensi dan realisasi riil di lapangan.  Bukan dalam praktiknya mudah di mark down. Selain itu, anggaran yang diperoleh dan dibelanjakan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.  Sehingga, lebih akuntabel," tegasnya.

Lebih jauh dikatakan Elfenda Ananda, Dinas Pendapatan ibarat petugas amil dalam konsep Islam.  

"Dia dapat dipercaya dan penuh amanah. Amil juga mengambil cuma haknya, bukan malah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," sebutnya. (17M.05) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Bpd labuhanbatu
Sabtu, 19 Okt 2019 16:59

Kantor LBH Medan Dilempar Bom Molotov

Peristiwa
Pelantikan-bupati-asahan
Jumat, 18 Okt 2019 19:22

Dua Siswa MAN 1 Dikeroyok Puluhan Pelajar

Kriminal & Hukum
Jumat, 18 Okt 2019 19:07

DPO Samsul Tarigan Berakhir Setelah Tertangkap

Kriminal & Hukum
Kamis, 17 Okt 2019 20:43

Poldasu Ringkus 2 Perampok Truk Mengaku Polisi

Kriminal & Hukum
Kamis, 17 Okt 2019 15:36

Kepala Sekolah Mengenali Unsur Kemajuan Sekolah

Pemerintahan
Rabu, 16 Okt 2019 18:36

Tiga Tersangka Curanmor Spesialis Rusak Gembok Diringkus

Kriminal & Hukum
Rabu, 16 Okt 2019 18:09

Ajudan Walikota Medan Diboyong KPK

Kriminal & Hukum
Hari ini: 127.721
Kemarin: 396.744
Bulan Ini: 146.702
Total pengunjung: 1.417.306.905.411
Hits hari ini: 219.280
Total Hits: 8.534.024.293.551
Pengunjung Online: 165