• Home
  • Korupsi
  • 3 Tersangka Korupsi di Madina Resmi Ditahan, Sumanggar: Keterlibatan Bupati akan Didalami Lagi

3 Tersangka Korupsi di Madina Resmi Ditahan, Sumanggar: Keterlibatan Bupati akan Didalami Lagi

Administrator Rabu, 24 Juli 2019 19:52 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Usai diperiksa selama tujuh jam lebih, 3 pejabat yang terlibat dalam dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Siri Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akhirnya resmi ditahan pihak Kejati Sumut, Rabu (24/7/2019) siang pukul 15.40 WIB. Ketiganya langsung digiring menaiki mobil tahanan dan langsung dibawa ke Rutan Tanjung Gusta Medan. 

Saat digiring petugas ke mobil tahanan, hanya senyum kecut saja yang terlihat dari pada tersangka. Ketika ditanya soal kasus yang menimpanya, ketiganya kompak tidak mau berbicara dan langsung masuk ke mobil tahanan. 

Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian membenarkan pihaknya telah menahan ketiga tersangka ini. 

"Ya benar, hari ini penyidik dari pidana khusus Kejatisu telah menetapkan 3 tersangka ini untuk ditahan, mereka kita periksa sejak dari pagi dan disimpulkan untuk ditahan," tegas Sumanggar Siagian, Rabu sore. 

Dijelaskan Sumanggar, ketiga tersangka ini diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pengerjaan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu yang dilakukan Dinas Perkim Kabupaten Madina. 

"Jadi ketiga tersangka ini adalah Rahmadsyah Lubis selaku Plt Kadis Perkim Kabupaten Madina, Edi Junaidi selalu pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Khairullah Akhyar juga PPK di Dinas Perkim Kabupaten Madina," bebernya. 

Dilanjutkan Sumanggar, modus yang dilakukan para tersangka ini menurut tim penyidik yang melakukan pemeriksaan,  yakni melaksanakan pembangunan di kawasan aliran sungai tanpa perencanaan dan ijin. 

"Jadi mereka ini terindikasi melakukan proyek ini tanpa melalui tender atau lelang terbuka," bebernya lagi, seraya menyebutkan kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp 1,4 miliar.

"Untuk saat ini kita masih fokus ke Dinas Perkim ini dulu dan selanjutnya akan kita kembangkan," bebernya lagi. 

Saat ditanya mengapa lambat sekali kasus ini karena sudah dilaporkan sejak 2018 lalu, dijawab Sumanggar, karena banyak perkara lain yang ditangani bukan satu kasus ini saja. 

"Jadi setelah penetapan tersangka ini maka pertimbangan menahan mereka agar proses persidangan bisa cepat berlangsung," sebut Sumanggar. 

Selain itu, saat disinggung soal indikasi keterlibatan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, dijawab Sumanggar belum bisa dipastikan karena belum diperiksa. 

"Nanti akan kita lihat perkembangannya dulu, masih akan didalami lagi," pungkasnya. (17M.05) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Selasa, 27 Okt 2020 18:39

Polsek Patumbak Ringkus Tersangka Penggelapan Betor

Kriminal & Hukum
Senin, 26 Okt 2020 19:20

Libur Panjang, Poldasu Imbau Tetap Patuhi Prokes

Sekitar Kita
Senin, 26 Okt 2020 19:09

Polsek Medan Barat Bekuk Bajing Loncat

Kriminal & Hukum
Senin, 26 Okt 2020 19:05

Polsek Medan Kota Ringkus Pengedar Sabu

Kriminal & Hukum
Minggu, 25 Okt 2020 21:43

Mayat Terduga Korban Begal Disebut Ditabrak Lari

Peristiwa
Minggu, 25 Okt 2020 21:28

Warung Bakso Polonia Terbakar

Peristiwa
Sabtu, 24 Okt 2020 23:24

Pasutri Penganiaya Keponakan Diringkus Polisi

Kriminal & Hukum
Sabtu, 24 Okt 2020 23:19

Driver Ojol Tewas Dirampok di Tembung

Kriminal & Hukum
Hari ini: 217.638
Kemarin: 434.904
Bulan Ini: 223.577
Total pengunjung: 2.918.435.525.882
Hits hari ini: 323.680
Total Hits: 20.822.441.780.120
Pengunjung Online: 176