Yayasan Al-Fuqon 'Dikuasai' Sekolah, Ahli Waris Lapor Ke Poldasu

Administrator Senin, 19 Oktober 2020 21:05 WIB
17merdeka.com
Korban perlihatkan bukti laporan, Senin (19/10)

17MERDEKA, MEDAN - Didampingi kuasa hukumnya, ahli waris tanah yayasan Al-Fuqon, Tebing Tinggi, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, Senin (19/10). 

Mereka mengaku telah ditipu oleh mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berisial Z terkait jual beli tanah miliknya yang sebelumnya mengatasnamakan umat Islam Tebing Tinggi. Masing-masing pelapor adalah, Suparman (66), Sumarni (63), Upit (55), ketiganya warga Tebing Tinggi.

"Kedatangan kita ke Polda untuk melaporkan penipuan dan pemalsuan surat yang diduga dilakukan saudara kita Z dan notaris. Mereka telah memalsukan Akta Jual Beli (AJB) tanah para pelapor. Sebelummya, tanah mereka dijual kepada Yayasan Al-Furqon dengan mengatasnamankan umat Islam Tebing Tinggi. Namun belakangan, tanah tersebut dijadikan milik pribadi dengan AJB palsu tersebut," ujar para pelapor melalui kuasa hukumnya Dana Riynaldi kepada wartawan, Senin (19/10).

Awalnya, kata dia, tanah milik ahli waris itu dibeli yayasan Al-Furqon diwakili Z atas nama umat Islam Tebing Tinggi. Tetapi seiring berjalannya waktu, pihak ahli waris mendapatkan bukti bahwa tanah tersebut dibeli secara pribadi oleh Z.

"Sehingga di sini banyak pihak ahli waris dirugikan. Karena awalnya tanah tersebut diperuntukkan yayasan. Karena di tanah itu ada kuburan ada masjid termasuk tanah yang dijadikan yayasan ini memang oleh pewaris untuk sosial. Karena ada kuburan dan masjid. Jadi, dari transaksi jual beli ini ada kebohongan makanya kita laporkan penipuan ini karena AJB nya," jelasnya. 

Menurut dia, pembelian tanah tersebut terjadi tahun 2000, dengan Z sebagai perwakilan yayasan Al-Furqon bukan nama pribadi. Kemudian tahun 2007, dia sebut tanah tersebut dibeli Z secara pribadi. 

"Di situ kita menduga ada rangkaian kebohongan karena mengatasnamakan yayasan Al-Furqon. Ternyata mengambil alih. Harusnya di AJB itu nama yayasan bukan pribadi. Tapi di sini namanya pribadi. Kemudian untuk pemalsuan surat AJB nya terbit produk notaris. Padahal, ahli waris tidak mengenal sama sekali notaris Ros dan tidak pernah ada penandatanganan AJB dan stempel sidik jarinya," ungkapnya.

Atas hal tersebut, disebutkannya, pihak ahli waris merasa keberatan dan memutuskan untuk melaporkannya ke Polda Sumut dengan nomor STTLP : 2009/X/2020/SPKT II/Polda Sumut tentang penipuan dan pemalsuan data. 

"Semoga kasus ini segera diproses dan secepatnya terlapor mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya. (17M.02) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 05 Des 2020 21:41

Mapancas Geruduk Kantor Kebun Raya-LIPI

Pemerintahan
Sabtu, 05 Des 2020 18:15

Tim SAR Masih Mencari Dua Korban Hilang Banjir

Peristiwa
Sabtu, 05 Des 2020 15:21

Polsek Medan Kota Bantu Korban Terdampak Banjir

Sekitar Kita
Sabtu, 05 Des 2020 15:15

Kapoldasu Jamin Netralitas Polri

Sekitar Kita
Sabtu, 05 Des 2020 15:12

Pemkab Labuhanbatu Peringati Hari ibu

Pemerintahan
Sabtu, 05 Des 2020 11:50

Kabar Duka

Sekitar Kita
Jumat, 04 Des 2020 21:24

Poldasu Tetapkan Bupati Labura dan Labusel Tersangka

Kriminal & Hukum
Jumat, 04 Des 2020 17:08

Besok, Pasukan Pam Pilkada di Sumut Bergeser

Sekitar Kita
Jumat, 04 Des 2020 13:24

7 Kecamatan di Medan Terendam Banjir

Peristiwa
Kamis, 03 Des 2020 17:23

Wanita Pengendara Motor Tewas Dilindas Truk

Peristiwa
Hari ini: 721
Kemarin: 97.224
Bulan Ini: 88.101
Total pengunjung: 3.062.478.598.098
Hits hari ini: 7.618
Total Hits: 22.287.772.311.856
Pengunjung Online: 155