Terkait Kasus Keterangan Palsu, Poldasu Geledah Rumah di Cemara Asri

Administrator Rabu, 08 Januari 2020 20:31 WIB
17merdeka.com
Rumah yang menjadi objek penggeledahan di Kompleks Cemara Asri, Selasa (7/1/2020).


17MERDEKA, MEDAN - Penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut menggeledah sebuah rumah di Kompleks Cemara Asri untuk mencari barang bukti terkait kasus dugaan keterangan palsu, Selasa (7/1) sore.

Namun, barang bukti akta notaris yang dicari petugas tidak ditemukan dari rumah mewah warna hijau berlantai 5 tersebut. Petugas akan kembali melakukan pencarian barang bukti tersebut sampai ditemukan.

"Kosong barang buktinya. Selanjutnya akan kita cari sampai dapat," tegas Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian melalui Kasubdit II/Harda-Bangtah, AKBP Edison Sitepu, Rabu (8/1).

Kata Edison, penggeledahan itu dilakukan pihaknya setelah memperoleh surat izin sita dari pengadilan. 

"Surat izin sitanya sudah keluar dari pengadilan," pungkasnya.

Pantauan di lapangan, sejumlah petugas memasuki rumah mewah yang juga dijadikan Kantor Konsultan Pajak tersebut. Hingga pukul 17.30 WIB petugas belum meninggalkan rumah tersebut.

Sementara, Taufik Siregar selaku kuasa hukum Tansri Chandra mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Polda Sumut sejak pertengahan tahun 2019 dengan terlapor Toni Harsono dan kawan-kawan. 

"Kita sudah laporkan ke Polda Sumut sekitar bulan Juli. Laporan pengaduan yang dibuat terkait keterangan palsu pada suatu akta (surat perjanjian) bersama," ujarnya ketika dihubungi via seluler.

Dijelaskan dia, dalam surat pernyataan bersama tersebut terlapor menyatakan ada terima uang pinjaman dari Tansri Chandra berjumlah miliaran rupiah. Namun, ketika ditagih ternyata terlapor berkilah bahwa uang yang diterima dari Tansri Chandra itu adalah uang yang dipinjamkan kepada yayasan. 

"Keterangan terlapor tidak benar yang menyatakan uang yang diterima dari klien kami itu adalah yang dipinjamkan dari yayasan. Sebab, yayasan tidak pernah mengeluarkan uang kepada mereka," tegasnya.

Dengan kata lain, sambung Taufik, terlapor mengelak untuk membayar uang yang diterima dengan dalih uang tersebut adalah uang mereka yang dulu dipinjamkan kepada yayasan. 

"Dalih mereka sama sekali tidak ada kaitan. Artinya, mereka mencari-cari alasan untuk tidak membayar pinjaman. Jadi, keterangan mereka itulah di dalam suatu surat perjanjian bersama yang dilaporkan ke Polda Sumut," terang dia.

Ia menyebutkan, keterangan palsu di dalam surat perjanjian bersama itu jelas sangat merugikan Tansri Chandra. Bahkan, surat pernyataan tersebut dijadikannya bukti di Pengadilan Negeri Medan untuk mengelak membayar dari pinjaman tersebut.

"Kita berharap penyidik Polda Sumut yang menangani kasus ini dapat bertindak profesional, karena negara kita negara hukum. Artinya, tidak ada yang kebal hukum dan tak pandang bulu," ungkap Taufik.

Dia menambahkan, diharapkan juga kasus ini bisa terungkap jelas dan diproses sesuai hukum yang berlaku. 

"Semoga kasus ini bisa cepat selesai dan ditetapkan siapa tersangkanya," pungkas Taufik. (17M.02) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 25 Jan 2020 00:12

Kapoldasu Pastikan Perayaan Imlek di Sumut Kondusif

Sekitar Kita
Kamis, 23 Jan 2020 20:34

Polsek Patumbak Ringkus 2 Pemilik Sabu Paket Rp 50 Ribu

Kriminal & Hukum
Rabu, 22 Jan 2020 21:23

5 Kurir 56 Kg Sabu Divonis Mati

Kriminal & Hukum
Rabu, 22 Jan 2020 17:39

Polda Sumut dan Interpol Ringkus Buronan Warga Pakistan

Kriminal & Hukum
Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Tersangka Curanmor Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Kriminal & Hukum
Selasa, 21 Jan 2020 18:42

2 Eksekutor Hilangkan Barang Bukti Usai Habisi Jamaluddin

Kriminal & Hukum
Hari ini: 24.972
Kemarin: 478.680
Bulan Ini: 168.825
Total pengunjung: 1.822.563.002.103
Hits hari ini: 111.760
Total Hits: 11.331.785.800.692
Pengunjung Online: 179