Terdakwa Pembunuhan di Mie Aceh Cuma Divonis Hakim 20 Bulan

Istri Korban Histeris
Administrator Selasa, 20 Oktober 2020 21:00 WIB
17merdeka.com
Istri korban histeris usai persidangan pembunuhan suaminya di PN Medan, Selasa (20/10) sore


17MERDEKA, MEDAN - Mahyudi (32), pengusaha Mie Aceh Pasar Baru bersama dengan Agus Salim dan Mursalim divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan masing-masing selama 1,8 tahun (20) bulan penjara.

"Mengadili, dengan ini menjatuhkan hukuman pidana penjara masing-masing selama 1 tahun 8 bulan," ujar Hakim Tengku Oyong diruang cakra 7 PN Medan, Senin(20/10/2020).

Dengan pertimbangan terdakwa melakukan aksi pemukulan, dan pengeroyokan.

"Sedangkan yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan, berterus terang, mempertahankan dan membela diri, menjadi tulang punggung keluarga," tkata hakim.

Hakim menilai Mahyudi Cs telah melanggar pasal 351 ayat 3 KUHPidana. Sebelumnya Mahyudi cs dituntut Jaksa dengan hukuman 2 tahun 2 bulan penjara. 

Mendengarkan vonis tersebut, dua orang wanita, yakni istri dan kakak korban histeris dan berteriak-teriak di luar sidang.

"Saya nggak terima pak Hakim, saya nggak terima suami saya mati," katanya di hadapan majelis hakim yang baru saja memvonis para terdakwa.

Sembari di bawa keluar oleh para petugas keamanan, dua wanita ini tetap berteriak dan menyatakan sikap akan melawan hukum, bahkan wanita ini nekat akan menyurati Presiden.

"Kami akan melakukan upaya hukum, kami akan menyurati pak Jokowi. Pak Jokowi tolong kami rakyat kecil," katanya. 

Meskipun begitu, wanita yang terlihat seperti menangis ini, tak mengeluarkan air mata, namun tetap mengusap-usap matanya. 

"Katanya pak jaksa mau banding, tapi apa? Ga ada. Biar aja mereka dilaknat tuhan," kata kakak Ipar dari istri korban. 

Terdengar dari mulut kakak kandung korban, bahwa Abadi Bangun saat itu sedang stroke. 

"Dia stroke, satu aja dia lawan kalah, ini tiga orang," katanya. 

Saat diwawancarai, pengacara korban, Yosabet Pangaribuan, menyatakan akan menyurati Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan untuk menyarankan banding dalam kasus ini.

"Kami akan surati Kajari, untuk mengajukan banding," pungkasnya. 

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizky Darmawan Nasution, dijelaskannya perkara ini bermula pada tanggal 29 Januari 2020 sekira dinihari, korban Abadi Bangun datang ke Cafe Mie Aceh Delicious Cafe milik Terdakwa dan memesan nasi goreng ke warung jualan tersebut.

"Kemudian setelah nasi goreng selesai dibuat, terdakwa Agussalim menyerahkan nasi goreng tersebut kepada korban Abadi Bangun, selanjutnya korban Abadi Bangun mengatakan kepada Agussalim bahwa uangnya akan diantar nanti oleh seseorang," dakwa JPU Rambo, di hadapan Majelis Hakim Jarihat Simamarta.

Mendengarkan perkataan itu, Agussalim mengatakan kepada korban Abadi Bangun untuk menunggu dan saksi Agussalim akan menyampaikan terlebih dahulu kepada pengelola cafe sehingga pada saat itu korban Abadi Bangun emosi dan melemparkan bungkusan nasi goreng tersebut ke arah muka Agussalim dan pada saat itu saksi Agussalim menghindar kemudian korban Abadi Bangun pergi meninggalkan Cafe Delicious tersebut.

"Selanjutnya Agussalim melaporkan hal tersebut kepada Terdakwa dan tidak berapa lama korban Abadi Bangun datang kembali ke warung cafe Delicios bersama dengan temannya dengan membawa satu bilah parang kemudian terdakwa Mahyudi mendatangi korban Abadi Bangun dan bertemu dengan Korban Abadi Bangun dan pada saat itu terjadi pertengkaran mulut antara terdakwa Mahyudi dengan korban Abadi Bangun," baca JPU.

Kemudian korban Abadi Bangun mengayunkan satu bilah parang tersebut kearah Mahyudi dan pada saat itu langsung ditangkisnya degan tangan.

"Kemudian Terdakwa mengambil kayu broti lalu memukul korban Abadi Bangun dengan balok kayu broti tersebut ke kepala korban Abadi Bangun sehingga korban abadi bangun terjatuh di aspal, kemudian datang saksi MURSALIN dan menendang korban Abadi Bangun secara berulang ke arah wajah dan mengambil parang yang dipegang korban Abadi Bangun lalu saksi Mursalin pergi," ujarnya.

Kemudian tidak berapa lama datang saksi Agussalim memukul sdr. Abadi Bangun dengan balok kayu broti ke arah bagian kepala korban Abadi Bangun dan selanjutnya saksi Agussalim pergi meninggalkan tempat kejadian dan membiarkan korban Abadi Bangun tergetak di aspal jalan raya di depan cafe Delicious.

Bahwa tidak berapa lama datang saksi Hendri Kapri Simorangkir dan membawa korban Abadi Bangun ke Rumah Sakit Siti Hajar dan sesampainya di Rumah Sakit tersebut pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa korban Abadi Bangun sudah meninggal dunia.

Sempat Demo
Sebelumnya, sejumlah ormas melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Pengadilan Negri (PN) Medan, Selasa (20/10). Mereka menuntut agar ke-tiga pembunuh teman mereka dihukum mati. 

Dalam orasinya, mereka pun berjanji akan melakukan aksi lebih besar jika para pembunuh rekan mereka tidak dihukum dengan pantas sesuai perbuatan mereka. Selain berorasi, mereka juga membawa poster bertuliskan kecaman terhadap hakim yang diduga berat sebelah. (17M.02) 



T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 05 Des 2020 21:41

Mapancas Geruduk Kantor Kebun Raya-LIPI

Pemerintahan
Sabtu, 05 Des 2020 18:15

Tim SAR Masih Mencari Dua Korban Hilang Banjir

Peristiwa
Sabtu, 05 Des 2020 15:21

Polsek Medan Kota Bantu Korban Terdampak Banjir

Sekitar Kita
Sabtu, 05 Des 2020 15:15

Kapoldasu Jamin Netralitas Polri

Sekitar Kita
Sabtu, 05 Des 2020 15:12

Pemkab Labuhanbatu Peringati Hari ibu

Pemerintahan
Sabtu, 05 Des 2020 11:50

Kabar Duka

Sekitar Kita
Jumat, 04 Des 2020 21:24

Poldasu Tetapkan Bupati Labura dan Labusel Tersangka

Kriminal & Hukum
Jumat, 04 Des 2020 17:08

Besok, Pasukan Pam Pilkada di Sumut Bergeser

Sekitar Kita
Jumat, 04 Des 2020 13:24

7 Kecamatan di Medan Terendam Banjir

Peristiwa
Kamis, 03 Des 2020 17:23

Wanita Pengendara Motor Tewas Dilindas Truk

Peristiwa
Hari ini: 775
Kemarin: 97.224
Bulan Ini: 88.110
Total pengunjung: 3.062.534.653.549
Hits hari ini: 9.040
Total Hits: 22.288.233.588.286
Pengunjung Online: 154