Rekontruksi Pembunuhan Hakim Mengungkap Fakta Baru

Tidak Sesuai Skenario, Para Pelaku Sempat Berdebat
Administrator Kamis, 16 Januari 2020 21:12 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Penyidik Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Satuan Reskrim Polrestabes Medan menggelar rekontruksi tahap II, pembunuhan (eksekusi) hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin di rumah korban, Kompleks Perumahan Royal Monaco Jalan Aswad Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Kamis (16/1) pagi.

Reka ulang yang berlangsung 77 adegan hingga pembuangan mayat korban di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang itu, diawali dengan penjemputan dua eksekutor, Jefri Pratama (JP) dan Reza Fahlevi (RF) oleh otak pelaku, Zuraida Hanum (ZH) di Kompleks Perumahan Graha Johor.

Di rumah bernomor A 10 itu, JP sempat mengembalikan mobil jenis Toyota Calya milik adiknya setelah digunakan untuk menjemput RF di kediamannya kawasan simpang Selayang Medan. 

Setelah mengembalikan kunci mobil, kedua eksekutor tersebut kemudian dijemput ZH naik mobil Toyota Camry hitam nomor polisi BK 78 ZH. 

Melakoni empat adegan di Graha Johor, selanjutnya ketiga tersangka bergerak ke kediaman korban. Kedua eksekutor di tempatkan di lantai III rumah korban, sedangkan ZH beraktivitas seperti biasa menunggu Jamaluddin pulang ke rumah. 

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin yang hadir di kediaman korban menyebutkan, rekontruksi tahap II ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara ketiga tersangka.

"Saya didampingi Kajari dan Polrestabes ini untuk melengkapi seluruh kelengkapan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum untuk dilakukan rekonstruksi secara lengkap. Kemarin sudah dilakukan perencanaan, dan hari ini kita laksanakan rekonstruksi untuk persiapan eksekusi dan pembuangan jasad korban," terang Martuani didampingi Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, Kamis (16/1).

"Ini untuk membantu jaksa umum dalam menyusun dakwaan atau tuntutan mulai dari perencanaan sampai eksekusi sehingga unsur yang dituduhkan penyidik pasal 340 pembunuhan berencana nanti bisa secara konstruktif di dakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum," tambahnya. 

Dalam rekontruksi tahap I (perencanaan) hingga tahap II (eksekusi) terungkap ketiga tersangka sudah merencanakan untuk menghabisi nyawa hakim itu. 

"Mulai dari 24 November 2019 ketiga tersangka ini melakukan rapat terakhir untuk pengecekan kesiapan dan salah satu tersangka mengecek kepada istri korban apakah memang harus dibunuh, dan mereka sepakat untuk dibunuh. Tanggal 25 November 2019, istri korban memberikan uang untuk membeli perlengkapan yang digunakan kedua pelaku dalam eksekusi di antaranya sarung tangan, jaket, handphone dua unit. Ini yang saya sampai kan bahwa mereka menggunakan handphone yang hanya digunakan untuk eksekusi dan mereka membeli sepatu dua pasang untuk pelaku," ungkap jenderal bintang dua tersebut.

Kata dia, dari hasil rekontruksi yang digelar di rumah Jamaluddin, usai membunuh korban, ketiga tersangka sempat berdebat. Sebab, skenario mereka tidak sesuai dengan apa yang direncanakan.

"Rangkaian ini semua berakhir pada jam 04.00 WIB tanggal 29 November 2019. Di sini ada perdebatan karena tidak sesuai dengan rencana awal. Di skenariokan, korban meninggal karena serangan jantung. Itu jam 01.00 WIB tanggal 29, para tersangka terkejut karena ada lebam-lebam merah pada wajah korban ini, mereka tidak menduga karena semakin kuatnya saat membekap korban. Maka ada meninggalkan jejak dan ini tidak diizinkan istri korban karena pasti polisi menuduh saya sebagai pelaku dan bukan serangan jantung. Kemudian mereka berdebat akhirnya disepakati untuk membuang jenazah korban," bebernya. 

Usai perdebatan itu, tersangka ZH menyuruh kedua eksekutor untuk membuang jasad korban ke kawasan Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang. "Pokoknya istri korban berkeras bawa dan buang dari rumah dan membuangnya ke arah perkebunan yang ada di kawasan Kutalimbaru," sebutnya. (17M.02) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Jumat, 03 Jul 2020 20:56

Angkot Terbakar di Jalan SM Raja

Peristiwa
Jumat, 03 Jul 2020 20:25

Polsek Medan Kota Bekuk Maling di RS Marta Friska

Kriminal & Hukum
Jumat, 03 Jul 2020 18:41

Remaja 18 Tahun Tewas Dilindas Truk

Peristiwa
Rabu, 01 Jul 2020 19:50

Ratusan Massa OKP Geruduk Kantor Lurah

Pemerintahan
Rabu, 01 Jul 2020 19:22

428 Personel Polda Sumut Naik Pangkat

Sekitar Kita
Hari ini: 12.623
Kemarin: 38.904
Bulan Ini: 75.967
Total pengunjung: 2.475.933.037.146
Hits hari ini: 48.010
Total Hits: 16.681.585.089.341
Pengunjung Online: 150