Rekonstruksi Eksekusi Hakim Jamaluddin Kembali Digelar Kamis

Administrator Selasa, 14 Januari 2020 21:24 WIB
dok

17MERDEKA, MEDAN - Pihak kepolisian akan kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Hakim Pengadilan Negeri Medan (PN), Jamaluddin, Kamis (16/1) lusa. 

Reka ulang kali ini adalah pelaksanaan atau eksekusi terhadap korban di kediamannya Kompleks Perumahan Royal Monaco, Johor dan tempat kejadian perkara (TKP) pembuangan mayat di perkebunan sawit, Desa Sukarame, Namobintang, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
 
"Rekonstruksi pelaksanaan (maksudnya eksekusi) rencananya akan kembali digelar pada, Kamis pukul 09.00 WIB," ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Selasa (14/1). 

Nainggolan menjelaskan, rekonstruksi ini merupakan tahap kedua. Tersangka akan memperagakan adegan eksekusi hingga pembuangan jasad Jamaluddin. 

"Jadi, rekonstruksi bakal digelar di dua tempat, yakni rumah korban (Royal Monaco) dan TKP penemuan korban di perkebunan sawit Desa Sukarame, Namobintang, Deli Serdang," jelasnya.

Kata Nainggolan, seperti tahap pertama, rekonstruksi besok juga akan melibatkan penyidik dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Kejaksaan. Rekonstruksi tahap kedua ini juga akan diperagakan oleh ketiga tersangka, yakni otak pelaku Zuraida Hanum (ZH), dan dua eksekutor Jefri Pratama (JP) serta Reza Fahlevi (RF).

"Untuk anak korban tidak perlu dihadirkan, karena kan masih dibawah umur," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, dalam rekonstruksi tahap pertama digelar hanya untuk perencanaan saja. Rekonstruksi ini terdiri 15 adegan, terdiri dari 5 lokasi berbeda.

Adapun rekonstruksi tersebut, berawal dari curhatan ZH kepada JP tentang masalah rumah tangganya dan niatan untuk membunuh Jamaluddin di sebuah Kafe Everyday Jalan Ringroad. 

Rekonstruksi dilanjutkan pertemuan keduanya dengan RF di simpang Selayang. Mereka membahas aksi pembunuhan di Coffee Town Jalan Ngumban Surbakti. Kedua eksekutor tersebut dijanjikan umroh oleh korban dan uang Rp100 juta.

Rekonstruksi juga dilanjutkan dengan membeli peralatan yang digunakan untuk membunuh koban di kawasan Pajak Melati. Pembelian itu menggunakan uang Rp 2 juta yang diberikan ZH sebelumnya. 

"Rekonstruksi tahap kedua nanti baru soal bagaimana eksekusi terhadap korban dilakukan pelaku," ujar Andi Rian. (17M.02) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Jumat, 14 Agu 2020 23:07

Tenaga Honorer DPRD 3 Bulan Belum Gajian

Pemerintahan
Jumat, 14 Agu 2020 22:44

Pura-pura Jadi Pembeli, Anto Curi 2 Power Bank

Kriminal & Hukum
Kamis, 13 Agu 2020 22:11

Pembuang Sabu ke Jalan Ditangkap Polsek Medan Kota

Kriminal & Hukum
Kamis, 13 Agu 2020 21:18

Kapoldasu Geser 50 Pama & Pamen Polda Sumut

Sekitar Kita
Kamis, 13 Agu 2020 20:09

Tahanan Polsek Delitua Meninggal Dunia

Peristiwa
Rabu, 12 Agu 2020 22:26

Modus Jaga Malam, 2 Pemeras Uang Rp 15 Juta Ditangkap

Kriminal & Hukum
Rabu, 12 Agu 2020 22:15

ASN Mengeluh, TPP Tak Kunjung Dibayar

Pemerintahan
Hari ini: 113.720
Kemarin: 193.704
Bulan Ini: 129.971
Total pengunjung: 2.624.088.911.159
Hits hari ini: 220.630
Total Hits: 18.005.710.864.646
Pengunjung Online: 163