Poldasu Tetapkan Bupati Labura dan Labusel Tersangka

Administrator Jumat, 04 Desember 2020 21:24 WIB
dok
Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana

17MERDEKA, MEDAN - Setelah melalui proses penyelidikan panjang, akhirnya penyidik Subdit III/Tipidkor Direktorat (Dit) Reskrimsus Poldasu menetapkan Bupati Labuhan Batu Utara (Labura), KSS dan Bupati Labuhan Batu Selatan (Labusel), WAT sebagai tersangka. 

Kedua kepala daerah tersebut diduga melakukan korupsi terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga merugikan keuangan negara miliaran rupiah.

"Iya, keduanya (Bupati Labura dan Labusel) sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana, Jumat (4/12/2020). 

Selanjutnya, penyidik akan menjadwalkan pemanggilan untuk pemeriksaan kedua kepala daerah tersebut dalam status tersangka. Sebelumnya KSS dan WAT sudah pernah diperiksa penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut. 

Rony Samtana juga pernah menjadi menyatakan, pihaknya sedang mengintensifkan proses penyidikan kasus dugaan korupsi DBH dan PBB yang melibatkan kepala daerah.

"Kita sedang memantapkan proses penyidikan untuk kepala daerah Bupati Labura dan Labusel," kata Rony kepada wartawan, Jumat (16/10/2020) lalu. 

Rony menegaskan, kasus dugaan korupsi DBH PBB Kabupaten Labura dan Labusel sudah tahap penyidikan. Pihaknya sudah menetapkan sejumlah tersangka.

"Penanganan kasusnya masih berjalan. Kita sedang memantapkan proses penyidikan untuk status tersangka," ujarnya. 

Polda Sumut telah menetapkan lima tersangka dugaan korupsi DBH PBB Kabupaten Labusel dan Labusel. 

Kelimanya adalah, MH, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Labusel dan SL, Kabid Pendapatan tahun 2016. Sedangkan untuk Kabupaten Labura, masing-masing AFL, Kepala DPKD Labura tahun 2013, FID Kepala DPKD tahun 2014, dan AP Kabid Pendapatan tahun 2013, 2014, dan 2015.

Rony mengatakan, pihaknya telah mendapatkan data atas kerugian negara yang disebabkan penyelewengan DBH PBB Labura dan Labusel sehingga dilakukan penetapan tersangka.

"Sudah kita temukan kerugian kerugian negara kasus itu. Doakan saja semoga kasus ini cepat selesai," pungkasnya.

Rony juga menyebutkan, untuk saksi dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang. Masing-masing saksi tersebut untuk Kabupaten Labura sebanyak 12 orang, dan Kabupaten Labusel sebanyak 10 orang.

Sementara, disinggung apakah kasus ini dapat mengarah ke Bupati Labura dan Labusel, Rony tidak menampiknya. Dia menegaskan, secara proporsional pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti lanjut terlebih dahulu.

"Jadi tergantung dari perkembangan hasil penyelidikan," imbuhnya. (17M.02) 


T#g:
Komentar
Berita Terkini
Senin, 18 Jan 2021 22:49

Kaburnya Tersangka Narkoba Poldasu Disoal

Kriminal & Hukum
Senin, 18 Jan 2021 22:45

Begal Sadis Terkapar Ditembak

Kriminal & Hukum
Minggu, 17 Jan 2021 21:34

Gedung Asrama Putra USU Terbakar

Peristiwa
Sabtu, 16 Jan 2021 20:08

Polsek Sunggal Bekuk Pasangan Penyalahguna Narkoba

Kriminal & Hukum
Jumat, 15 Jan 2021 19:01

34.840 Vial Vaksin Covid-19 Dikawal Brimob

Sekitar Kita
Jumat, 15 Jan 2021 18:56

Poldasu Tetapkan PNS BNNP Sumut Tersangka Dugaan Korupsi

Kriminal & Hukum
Hari ini: 54.396
Kemarin: 228.504
Bulan Ini: 149.786
Total pengunjung: 3.230.899.177.676
Hits hari ini: 120.490
Total Hits: 24.204.310.673.680
Pengunjung Online: 170