Poldasu Bekuk Komplotan Pencuri Brankas Berisi Uang Rp 0,5 Miliar Lebih

Administrator Kamis, 15 Oktober 2020 21:41 WIB
17merdeka.com
Empat tersangka komplotan pencuri brankas di Mapolda Sumut

17MERDEKA, MEDAN - Subdit III/Jahtanras itreskrimum Polda Sumut menangkap empat perampok yang menggasak uang senilai setengah miliar lebih dari Kantor Koperasi CU Rapasurma di Jalan Lintas Sumatera Km 110, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara pada Senin (21/9/2020) lalu.

Empat orang yang diamankan, yakni THS (50), warga Jalan Panambean, Desa Naga Huta, Kecamatan Panambean, Kabupaten Simalungun, TOS alias R (48), warga Jalan Nusa Indah Ujung Gang Pendidikan 1, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. 

Kemudian, MP (45), warga Lahan Garapan Selambo Gang Mauliate, Kabupaten Deli Serdang serta TWS (38), warga Jalan Pendidikan 1 Gang Petualangan, Desa Marindal 2, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. 

Dalam aksinya, para pelaku terlebih dahulu mematikan bola lampu yang menerangi halaman depan kantor koperasi. Selanjutnya para pelaku menyekap dan mengikat serta memukul kepala sekuriti Joharman Batubara dengan linggis. 

"Kemudian salah seorang pelaku mengenakan baju sekuriti menjaga korban yang diikat. Sekitar 45 menit kemudian para pelaku meninggalkan koperasi dan membawa uang senilai Rp 520.371.000," terang Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar, melalui Kasubdit III/Jatanras, Kompol Taryono Raharja, Rabu (14/10/2020 malam. 

Dari hasil penyelidikan ditemukan fakta pelaku diduga berjumlah 5 orang dan menggunakan mobil. Setelah 2 minggu melakukan penyelidikan, tim mendapat informasi tersangka merupakan resedivis kasus pencurian spesialis brankas antar provinsi. 

Dikatakan Taryono, pihaknya mendapat Informasi para tersangka akan melakukan pencurian brankas anjungan tunai mandiri (ATM) di Provinsi Bengkulu bersama dengan kelompok pencuri spesialis brankas dari Sumatera Selatan.

"Dari informasi itu, pada Sabtu 3 Oktober 2020 tim langsung berangkat ke Bengkulu. Namun saat itu para tersangka masih berada di Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan dan tim kemudian bergerak ke sana," ungkap Taryono. 

Pada Selasa 6 Oktober 2020, tim menggerebek sebuah rumah dan mengamankan tersangka THS. Setelah diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya bersama empat rekannya yang lain. Setelah mengamankan tersangka THS, tim melakukan pengembangan dan menunggu tersangka MP di Kecamatan Muara Rupit, Sumatera Selatan. 

"Kami berhasil mengamankan tersangka MP pada Rabu 7 Oktober 2020 saat sedang mengendarai mobil Xenia warna merah. Darinya kami menyita sejumlah barang bukti seperti linggis, kapak dan lain-lain," sebut Taryono. 

Usai mengamankan keduanya, tim langsung kembali ke Medan. Dua hari kemudian tim berhasil mengamankan tersangka TOS alias R di rumahnya. Tak lama setelah itu, tim kembali mengamankan tersangka TWS di kediamannya. Sayang, satu tersangka lain berinisial JB berhasil melarikan diri saat petugas hendak menangkapnya. 

"Saat hendak pengembangan untuk memburu keberadaan JB, keempat tersangka mencoba menyerang petugas sehingga kami langsung memberikan tindakan tegas dan terukur di kaki para tersangka," ungkap Taryono. 

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 2 unit mobil Xenia, 1 set seragam security warna biru berikut topi, 3 buah linggis, 1 buah martil besar (godam), 2 buah obeng, 1 buah gergaji besi, 1 buah pahat, 1 buah gunting besar pemotong besi, 1 set alat las besi, 1 set alas las besi berikut tabung gas sebagai alat pemotong besi, 2 buah kapak dan uang tunai Rp 1 juta. 

"Peran mereka berbeda-beda saat melakukan aksi. Ada sebagai sopir, eksekutor dan pemantau. Para tersangka kita jerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara," pungkas Taryono. (17M.02) 


T#g:
Komentar
Berita Terkini
Hari ini: 256.720
Kemarin: 376.344
Bulan Ini: 201.942
Total pengunjung: 2.900.534.215.484
Hits hari ini: 639.664
Total Hits: 20.667.821.782.038
Pengunjung Online: 173