• Home
  • Kriminal & Hukum
  • Poldasu Akui Sudah Periksa Pejabat Daerah Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Poldasu Akui Sudah Periksa Pejabat Daerah Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Administrator Sabtu, 30 Mei 2020 21:00 WIB
Ilustrasi



17MERDEKA, MEDAN - Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat pemerintahan daerah 5 kabupaten/kota yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana ketika dikonfirmasi mengaku, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi yang merupakan pejabat daerah. "Sudah pasti ada (pejabat)," kata Rony, Sabtu (30/5/2020).

Namun, Rony tidak bisa menyebutkan siapa saja pejabat yang sudah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan penyelewengan dana bansos Covid-19. Pasalnya, sebut dia, kasus yang sedang ditelusuri Polda Sumut ini masih tahap penyelidikan.

"Karena masih penyelidikan, saya tidak bisa sebutkan nama-namanya," imbuhnya.

Rony menjelaskan, pemeriksaan terhadap beberapa saksi itu untuk menelusuri bagaimana proses mekanisme pembagiannya. Kemudian sambung dia, pihaknya juga akan menelusuri bagaimana mekanisme penetapan pemenangnya dan penentuan penerimanya. 

"Itukan ada mekanismenya semua. Itulah yang akan kita klarifikasi," sebutnya.

Sebelumnya, Polda Sumut sudah mengantongi daerah mana saja yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Provinsis Sumatera Utara.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana ketika dikonfirmasi mengaku kalau sudah ada 5 daerah yang diduga melakukan penyelewengan dana bansos Covid-19. 

"Sementara Medan, Siantar, Toba, Samosir, DS (Deliserdang)," tulis Rony lewat pesan whatsapp, Selasa (19/5/2020).

Menurut dia, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut sudah bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Bahkan, sambung Rony, pihaknya juga telah memintai keterangan beberapa saksi.

Namun, ketika disinggung siapa saja saksinya terkhusus buat Kota Medan dan Siantar, mantan penyidik KPK ini enggan membeberkan. 

"Mohon maaf, masih tahap penyelidikan. Sabar ya, nanti pasti disampaikan lagi," tandasnya. (17M.02) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Jumat, 03 Jul 2020 20:56

Angkot Terbakar di Jalan SM Raja

Peristiwa
Jumat, 03 Jul 2020 20:25

Polsek Medan Kota Bekuk Maling di RS Marta Friska

Kriminal & Hukum
Jumat, 03 Jul 2020 18:41

Remaja 18 Tahun Tewas Dilindas Truk

Peristiwa
Rabu, 01 Jul 2020 19:50

Ratusan Massa OKP Geruduk Kantor Lurah

Pemerintahan
Rabu, 01 Jul 2020 19:22

428 Personel Polda Sumut Naik Pangkat

Sekitar Kita
Hari ini: 20.425
Kemarin: 40.680
Bulan Ini: 71.068
Total pengunjung: 2.473.993.001.639
Hits hari ini: 64.060
Total Hits: 16.657.934.577.547
Pengunjung Online: 150