Gelar Perkara Belum Selesai

Polda Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Labura dan Labusel

Administrator Rabu, 16 Oktober 2019 20:41 WIB
Ilustrasi


17MERDEKA, MEDAN - Penyidik Subdit III/Tipidkor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) dan Labuhan Batu Selatan (Labusel).

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Santama mengakui, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Pihaknya masih melakukan gelar perkara di Mabes Polri.

"Gelar perkara belum kelar," kata Rony, Rabu (16/10).

Dia memastikan, setelah selesai gelar perkara, pihaknya bisa menyimpulkan tersangkanya. 

"Nanti saya kabari ya, sabar ya," tandasnya. 

Seperti diketahui, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut, Selasa (15/10) melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) dan Labuhan Batu Utara (Labura) di Mabes Polri.

Rony mengaku, untuk gelar perkara yang dilakukan pihaknya di Mapolda Sumut telah dilaksanakan pekan lalu. "Kalau kita (penyidik Ditreskrimsus) sudah melakukan gelar perkara," sebut dia.

Setelah gelar perkara di Mabes Polri, penyidik sudah dapat menentukan tersangka dalam kasus ini. 

"Habis gelar, mudah-mudah bisa kita tentukan tersangkanya, agar kasus ini cepat selesai," ujarnya.

Dia mengaku, dalam kasus ini tidak tertutup kemungkinan Bupati Labura Khairuddib Syah 

Sitorus dan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung bisa menjadi tersangka. 

"Siapa saja bisa jadi tersangka," ungkapnya.

Jika kedua bupati ini statusnya naik menjadi tersangka, sebut Ronny, prosedur pemanggilan dilakukan melalui Mendagri. "Kalau sudah tersangka, pemanggilan dilakukan atas seizin Mendagri," terangnya. 

Ronny Samtana mengaku optimis kasus dugaan korupsi DBH PBB Kabupaten Labura dan Labusel diselesaikan sampai tuntas ke persidangan. 

"Kita optimis, tidak perlu tergesa-gesa. Yang pasti kasusnya terus jalan," ucapnya.

Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus telah menjalani pemeriksaan di Poldasu sebagai saksi, pada Jumat (26/4). Ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 senilai Rp3 miliar. 

Sedangkan Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Poldasu pada, Senin (29/4). Untuk kasusnya, ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 hingga 2015 di Kabupaten Labusel sebesar Rp 1,9 miliar. (17M.02) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Bpd labuhanbatu
Minggu, 17 Nov 2019 12:42

Warga Tolak Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Dimakamkan

Sekitar Kita
Pelantikan-bupati-asahan
Sabtu, 16 Nov 2019 21:50

Oknum Guru di Karo Cabuli 9 Siswa Ditangkap

Kriminal & Hukum
Jumat, 15 Nov 2019 23:35

9 Orang Berpotensi Tersangka Bom Bunuh Diri di Medan

Kriminal & Hukum
Jumat, 15 Nov 2019 21:36

Pengprov Wadokai Sumut Resmi Dilantik

Olahraga
Jumat, 15 Nov 2019 21:31

Maling Betor di Pajak Delitua Dihajar Massa

Kriminal & Hukum
Jumat, 15 Nov 2019 21:21

Polsek Medan Kota Tangkap Maling Motor di Kosan

Kriminal & Hukum
Hari ini: 231.040
Kemarin: 384.504
Bulan Ini: 124.054
Total pengunjung: 1.540.504.657.336
Hits hari ini: 203.965
Total Hits: 9.297.587.211.024
Pengunjung Online: 162