Pembunuhan Hakim Jamaluddin Dilatarbelakangi Masalah Keluarga

Eksekutor Bersembunyi di Rumah Korban
Administrator Rabu, 08 Januari 2020 16:22 WIB
17merdeka.com
Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin menginterogasi tersangka, Rabu (8/1/2020).

17MERDEKA, MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan, aksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin dilatarbelakangi masalah keluarga. 

Pelaku terlebih dahulu bersembunyi di kediaman korban sebelum melakukan pembunuhan.

"Motifnya masalah keluarga," tandas jenderal bintang dua tersebut didampingi Direktur Reskrimum, Kombes Pol Andi Rian dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (8/1).

Ditanya lebih jauh, Martuani belum bersedia membeberkan motif seutuhnya otak pelaku yang merupakan istri korban Zuraida Hanum (ZH) tega menghabisi suaminya menggunakan jasa eksekutor Jefri Pranata (JP) dan Reza Fahlevi (RF).

Demikian juga ketika disinggung soal hubungan eksekutor dengan otak pelaku, termasuk bayaran, Martuani mengatakan masih didalami penyidik.

"Masih didalami penyidik. Antara otak pelaku dengan eksekutor memang saling mengenal. Kalau soal bayaran masih didalami penyidik," ujar Martuani.

Dia menegaskan, mulai saat ini juga, ketiga terduga pelaku yakni JP, RF, dan ZH secara resmi menjadi tersangka dan juga ditahan.

"Ketiganya akan dikenakan Pasal 340 pembunuhan berencana, junto Pasal 338. Mulai saat ini ketiganya resmi ditahan sebagai tersangka," tegasnya.

Martuani menyebut, kasus pembunuhan ini memang sangat rapi dan baik, sehingga dari hasil forensik korban awalnya disebutkan mati lemas dan tidak ditemukan tanda kekerasan.

"Tapi melalui hasil laboratorium forensik diketahui  pelaku (sebelum pembunuhan) ada komunikasi dengan istri korban (ZH)," terangnya.

Martuani mengatakan, dari hasil pemeriksaan, diketahui istri korban merekrut kedua pelaku eksekutor untuk menghabisi nyawa hakim tersebut. Eksekusi dilakukan pada 29 November di kediaman korban perumahan Royal Monaco, Medan Johor. 

"Para pelaku sudah ada di rumah sebelum korban pulang dari kantor," terangnya.

"Mohon waktu, nanti kita sampaikan kepada seluruh masyarakat karena akan dipertanggung jawabkan secara hukum," pungkasnya.

Sementara, berdasarkan press rilis yang dikeluarkan Polda Sumut, pernikahan antara korban dengan ZH dilakukan pada tahun 2011 dan kini telah dikaruniai seorang anak perempuan. Seiring waktu, ZH cemburu karena merasa diselingkuhi oleh korban.

Pada Maret 2019, ZH berniat menghabisi nyawa korban dan meminta seseorang berinisial J untuk membunuh korban, namun ditolak.

Sementara di waktu berlainan, ZH yang telah mengenal JP sejak tahun 2018 karena anak mereka satu sekolah menjalin hubungan asmara karena sering bertemu.

Selanjutnya pada 25 November 2019 ZH dan JP  merencanakan aksi pembunuhan di sebuah coffee shop di kawasan ringroad serta memberitahukannya kepada RF. Setelah bersepakat, ZH memberikan uang Rp 2 juta kepada RF untuk membeli handphone kecil, kaos, sepatu dan sarung tangan.

Selanjutnya, pada 28 November 2019 malam, kedua eksekutor mendatangi rumah korban dan naik ke lantai 3. Setelah mendapatkan aba-aba dari ZH, keduanya melakukan eksekusi dengan membekap hidung dan mulut korban Jamaluddin hingga tewas. (17M.02) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Jumat, 14 Agu 2020 23:07

Tenaga Honorer DPRD 3 Bulan Belum Gajian

Pemerintahan
Jumat, 14 Agu 2020 22:44

Pura-pura Jadi Pembeli, Anto Curi 2 Power Bank

Kriminal & Hukum
Kamis, 13 Agu 2020 22:11

Pembuang Sabu ke Jalan Ditangkap Polsek Medan Kota

Kriminal & Hukum
Kamis, 13 Agu 2020 21:18

Kapoldasu Geser 50 Pama & Pamen Polda Sumut

Sekitar Kita
Kamis, 13 Agu 2020 20:09

Tahanan Polsek Delitua Meninggal Dunia

Peristiwa
Rabu, 12 Agu 2020 22:26

Modus Jaga Malam, 2 Pemeras Uang Rp 15 Juta Ditangkap

Kriminal & Hukum
Rabu, 12 Agu 2020 22:15

ASN Mengeluh, TPP Tak Kunjung Dibayar

Pemerintahan
Hari ini: 124.131
Kemarin: 193.704
Bulan Ini: 129.986
Total pengunjung: 2.624.183.433.206
Hits hari ini: 227.650
Total Hits: 18.006.556.206.668
Pengunjung Online: 164