Pejabat Distarukim Medan Terpidana Korupsi Menyerahkan Diri

Administrator Minggu, 21 Februari 2021 23:20 WIB
istimewa
Plt Kabid Pengawasan dan Survey pada Distarukim Medan, Khairudi Hazfin Siregar yang menjadi terpidana korupsi saat menyerahkan diri ke Kejari Medan.

17MERDEKA, MEDAN - Plt Kabid Pengawasan dan Survey pada Distarukim Medan, Khairudi Hazfin Siregar langsung dieksekusi ke Rutan Klas I Tanjunggusta Medan meskipun ia datang kooperatif menyerahkan diri, Jumat (19/2/2021).


"Terpidana dengan kooperatif datang ke Kejari Medan dan langsung dieksekusi pada Jumat 19 Februari 2021 lalu," jelas Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Medan, Bondan Subrata, Minggu (21/2/2021) sore.


Dijelaskan Bondan, eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 2406.K/Pid.Sus/2018 tanggal 22 Januari 2019, bahwa Khairudi Hazfin Siregar dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000 subsider 6 bulan kurungan.


Dia terbukti melakukan korupsi proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar Rp 5.651.448.000. Menurut Bondan, Khairudi belum sempat masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).


"Karena saat mau dieksekusi saat itu, dia sakit sehingga tidak jadi," ucap mantan Kasi Pidum Kejari Sleman ini.


Perbuatan Khairudi terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


Kasus ini bermula ketika proyek revitalisasi terminal terbesar di Medan itu ditemukan 6 item volume pekerjaan tidak sesuai kontrak dan dinilai amburadul.


Keenam item volume pekerjaan yang dimaksud yakni area pengerasan lahan, pekerjaan overlay pekerasan lama, peningkatan utilitas pemasangan pada bagian instalasi jet pump dengan status nihil dan drainase pada normalisasi saluran lama.


Kemudian, item perbaikan saluran pada pembuatan penutup drainase (beton) dan terakhir pembuatan kanopi area drop off MPU pada pengecoran kolom.


Setelah dilakukan penelitian oleh ahli untuk kegiatan tersebut dan perhitungan kerugian negara dari konsultan akuntan publik diketahui terdapat kekurangan volume untuk pekerjaan terhitung selama 90 hari kalender.


Untuk kekurangan volume pada pekerjaan pembangunan revitalisasi Terminal Terpadu Amplas diketahui jumlah kerugian negara sebesar Rp 491.104.883 yang dihitung oleh akuntan publik. (17M.05)






T#g:
Komentar
Berita Terkini
Minggu, 28 Feb 2021 01:51

Polsek Patumbak Salurkan Bantuan Beras dan Masker

Sekitar Kita
Sabtu, 27 Feb 2021 17:47

Poldasu Ringkus 3 Jaringan Pengedar 6 Kg Sabu

Kriminal & Hukum
Sabtu, 27 Feb 2021 15:50

Kepulangan Personel BKO Polda Papua Disambut

Sekitar Kita
Jumat, 26 Feb 2021 21:22

Viral, Ibu Ancam Bunuh dan Siksa Anak Kandung

Kriminal & Hukum
Jumat, 26 Feb 2021 21:09

Bapenda Serahkan SPPT PBB 90000 Wajib Pajak

Pemerintahan
Jumat, 26 Feb 2021 20:59

Jenazah Korban Penembakan Polisi Koboy Tiba di Rumah Duka

Kriminal & Hukum
Jumat, 26 Feb 2021 13:50

Poldasu Ringkus Pengedar 2 Kg Sabu

Kriminal & Hukum
Kamis, 25 Feb 2021 19:03

Maling Kayu Broti Ditangkap Usai Beraksi

Kriminal & Hukum
Kamis, 25 Feb 2021 18:49

Oknum Polres Pelabuhan Belawan Habisi 2 Wanita

Kriminal & Hukum
Hari ini: 43.617
Kemarin: 363.912
Bulan Ini: 198.537
Total pengunjung: 3.389.042.342.182
Hits hari ini: 199.804
Total Hits: 25.949.217.700.138
Pengunjung Online: 175