PH Terdakwa Bandar Ekstasi Menilai Tuntutan Jaksa Tak Sesuai Fakta Sidang

Administrator Rabu, 23 September 2020 21:37 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Sidang lanjutan dugaan kepemilikan 25 butir pil ekstasi dengan terdakwa Husen Syukri yang disebut-sebut bandar ekstasi ini beragendakan pembacaan nota pembelaan ( Pledoi ) yang disampaikan oleh Arizal selaku Tim Penasehat Hukum terdakwa.

Dalam pledoinya Arizal menyebutkan, tuntutan jaksa 'ninatunina' tidak sesuai fakta persidangan dan tak satupun saksi yang menyatakan melihat Husen Syukri  25 butir pil ekstasi sebagaimana dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho.

Arizal juga menyebutkan, dasar penetapan kliennya sebagai tersangka oleh pihak penyidik Polsek Medan Timur juga tidak bisa dibuktikan dari hasil fakta persidangan.

Sebab saksi - saksi fakta dari polsek medan timur dan polsek Tanjung Morawa yang dihadirkan penuntut umum ke persidangan satu saksipun tidak ada melihat Husen Sukri menyerahkan 25 butir pil ekstasi kepada M. Amin (splitan) seperti tuduhan dalam dakwaan maupun tuntutan. 

Bahkan saat dilakukan pengeledahan di rumah Husen Syukri, petugas kepolisian tidak menemukan adanya barang bukti dan anehnya Husen Syukri langsung ditetapkan berdasarkan keterangan orang lainya Tri Utari dan M Amin yang tertangkap pada 4 Maret 2020 kemarin di kawasan Mongonsidi oleh Tim Reskrim Polsek Medan Timur.

Dijelaskan dalam pledoinya Arizal, awalnya Husen dipanggil ke Polsek Tanjung Morawa bukan terkait kepemilikan ekstasi akan tetapi dipanggil untuk memastikan kalau orang yang diamankan merupakan pekerja parkir yang dikelola oleh Husen secara resmi.

Selain itu saat pemeriksaan saksi Tri Utari dan M Amin berada di Polsek Medan Timur sedangkan Husen Syukri berada di persidangan. Bahkan saat ditampilkan pada layar monitor TV yang dionlinekan keduanya tampak beberapa kali diarahkan oleh orang yang berada Mapolsek Medan Timur.

Selain itu bukti percakapan antara M Amin dengan Husen pun tidak bisa dibuktikan selama persidangan oleh pihak penuntut umum. Usai mendengarkan pembacaan pledoi dari PH Husen Sukri, majelis hakim yang dipimpin Safril Batubara menunda sidang satu minggu untuk memberi kesempatan penuntut umum membacakan jawaban atas pledio ini. (17M.08) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Selasa, 27 Okt 2020 18:39

Polsek Patumbak Ringkus Tersangka Penggelapan Betor

Kriminal & Hukum
Senin, 26 Okt 2020 19:20

Libur Panjang, Poldasu Imbau Tetap Patuhi Prokes

Sekitar Kita
Senin, 26 Okt 2020 19:09

Polsek Medan Barat Bekuk Bajing Loncat

Kriminal & Hukum
Senin, 26 Okt 2020 19:05

Polsek Medan Kota Ringkus Pengedar Sabu

Kriminal & Hukum
Minggu, 25 Okt 2020 21:43

Mayat Terduga Korban Begal Disebut Ditabrak Lari

Peristiwa
Minggu, 25 Okt 2020 21:28

Warung Bakso Polonia Terbakar

Peristiwa
Sabtu, 24 Okt 2020 23:24

Pasutri Penganiaya Keponakan Diringkus Polisi

Kriminal & Hukum
Sabtu, 24 Okt 2020 23:19

Driver Ojol Tewas Dirampok di Tembung

Kriminal & Hukum
Hari ini: 188.717
Kemarin: 434.904
Bulan Ini: 223.543
Total pengunjung: 2.918.197.254.296
Hits hari ini: 293.710
Total Hits: 20.820.391.753.601
Pengunjung Online: 175