Ngakunya Obat Stres, Warga Jerman Simpan Ganja 1 Ons Diadili

Administrator Rabu, 15 Januari 2020 18:05 WIB
17merdeka.com
Bernd Ulrich Heumann (39) warga negara Jerman yang harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan akibat terlibat narkotika.


17MERDEKA, MEDAN - Bernd Ulrich Heumann (39) warga negara Jerman duduk di kursi Pengadilan Negeri (PN) Medan. Pria bule berkepala pelontos ini didakwa dalam perkara kepemilikan narkotika jenis ganja seberat kurang lebih satu ons.

Dipimpin hakim ketua Jarihat Simarmata, Rabu (15/1/2020) sore, terdakwa yang tak bisa berbahasa Indonesia didampingi seorang penerjemah dan Penasehat Hukum (PH) Charles Silalahi dkk.

Agenda persidangan, pemeriksaan saksi dari Polsek Medan Baru, J.Purba dan  N. Simajuntak yang pada kesempatan itu menjelaskan proses penangkapan terdakwa dan penyitaan barang bukti yang dimiliki terdakwa.

Kedua saksi menjelaskan, terdakwa yang berkacamata dengan rambut agak pelontos itu ditangkap berikut barang bukti ganja yang dibungkus kertas koran.

Awalnya polisi mendapat laporan dari warga, adanya orang asing yang kos di Jalan SM Raja Gg. Sumatera Medan, memiliki narkotika jenis ganja. Berdasar laporan itu, ujar saksi, Kamis 25 Juli 2019 dinihari, dilakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Menurut saksi, tak mudah menangkap terdakwa. Soalnya rumah yang dihuni terdakwa terkunci rapat. Ujungnya, petugas membawa saksi Kepala Lingkungan (Kepling) dan meminta kepada pemilik rumah untuk segera membuka rumah yang dihuni terdakwa.

Setelah pintu terbuka polisi pun berupaya masuk.  Sebaliknya, melihat polisi masuk terdakwa berupaya melarikan diri. Namun akhirnya tak berkutik dan berupaya mengeluarkan segepok ganja dibungkus kertas koran dari bagian depan celananya.

Setelah mendapat penjelasan dari penerjemah, terdakwa tidak membantah keterangan kedua saksi, Bahkan terdakwa sempat mempraktekan bagaimana ia mengeluarkan bungkusan ganja dari dalan celananya.

Menurut terdakwa, seperti yang dituturkan penerjemah, ia mendapatkan ganja dari seorang pengamen, dengan membayar Rp 300 ribu. Ganja itu, kata terdakwa, digunakan untuk obat pening dan obat stres.

Saat ditanya oleh jaksa penuntut umum (JPU) S.Putra, apakah terdakwa mengetahui, ganja merupakan barang terlarang dan perbuatan terdakwa telah melanggar undang-undang.

Menjawab pertanyaan JPU, terdakwa hanya mengangguk, tanda mengerti, sambil menambahkan jika di negaranya, mengisap ganja tidak dilarang dan bukan perbuatan melanggar hukum. (17M.05) 



T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 25 Jan 2020 00:12

Kapoldasu Pastikan Perayaan Imlek di Sumut Kondusif

Sekitar Kita
Kamis, 23 Jan 2020 20:34

Polsek Patumbak Ringkus 2 Pemilik Sabu Paket Rp 50 Ribu

Kriminal & Hukum
Rabu, 22 Jan 2020 21:23

5 Kurir 56 Kg Sabu Divonis Mati

Kriminal & Hukum
Rabu, 22 Jan 2020 17:39

Polda Sumut dan Interpol Ringkus Buronan Warga Pakistan

Kriminal & Hukum
Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Tersangka Curanmor Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Kriminal & Hukum
Selasa, 21 Jan 2020 18:42

2 Eksekutor Hilangkan Barang Bukti Usai Habisi Jamaluddin

Kriminal & Hukum
Hari ini: 25.180
Kemarin: 478.680
Bulan Ini: 168.827
Total pengunjung: 1.822.573.345.608
Hits hari ini: 116.128
Total Hits: 11.331.992.544.164
Pengunjung Online: 177