LBH Medan Tuding Ada Indikasi Diskriminasi Penegakan Hukum di Langkat

Administrator Senin, 20 Januari 2020 22:08 WIB
17merdeka.com
Tim LBH Medan saat mendampingi warga Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat yang diduga menjadi korban diskriminasi aparat.

17MERDEKA, MEDAN - Pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan menemukan indikasi adanya diskriminasi penegakan hukum terhadap warga oleh pihak kepolisian di Kabupaten Langkat. Hal inilah yang membuat terjadinya kerusuhan antara warga dengan kelompok yang diduga preman dan kini berujung pada penangkapan 12 warga oleh polisi.

"Tim kita sudah turun ke lapangan. Ternyata masyarakat sudah lama resah dengan keberadaan preman di sana. Ada masyarakat disiksa, diperas, bahkan dipukul di depan oknum aparat penegak hukum. Tapi tidak ada tindakan apa-apa, seolah mereka kebal hukum," tegas Direktur LBH Medan, Ismail Lubis didampingi Wakil Direktur Irvan Syahputra, Senin (20/1/2020) sore, terkait pendampingan hukum yang sedang mereka lakukan kepada warga atas kerusuhan dan pembakaran gubuk serta kendaraan milik terduga preman di Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat pada 9 Januari 2019 lalu.

Dikatakannya, aki-aksi premanisme yang selam ini dikeluhkan oleh masyarakat menurutnya juga tidak pernah ditanggapi serius oleh aparat penegak hukum. Buntut dari kekesalan inilah yang menurutnya memicu masyarakat melakukan aksi nekad dengan menyerbu gubuk yang dijadikan markas oleh para preman tersebut.

"Nah terkait upaya penegakan hukum atas kejadian tersebut, kita juga berharap Polres dan Pemkab Langkat melihat lebih jauh mengenai akar permasalah dari kejadian tersebut," ujarnya.

Diketahui kerusuhan antara warga dan kelompok preman terjadi di Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat pada 9 Januari 2019 lalu. Warga kesal karena para preman menyekap seorang ibu dan bayinya karena persoalan utang. 

Dalam kerusuhan itu gubuk dan kendaraan para preman tersebut dibakar warga. Beberapa warga mengaku kesal karena selama ini keberadaan para preman tersebut meresahkan mereka, sementara pengaduan kepada pihak kepolisian tidak pernah membuahkan hasil.

Saat ini polisi menetapkan 12 orang tersangka dalam kasus tersebut dan menahan mereka. Warga sudah mengadukan hal tersebut ke LBH Medan untuk pendampingan hukum. (17M.05) 





T#g:
Komentar
Berita Terkini
Rabu, 19 Feb 2020 19:01

Deliserdang Rawan Konflik SARA, Agraria dan Buruh

Pemerintahan
Rabu, 19 Feb 2020 18:27

Polda Sumut Diminta Tangkap Terduga Pelaku Penculikan

Kriminal & Hukum
Selasa, 18 Feb 2020 21:16

Gedung DPRD Deliserdang Rawan Pencurian

Kriminal & Hukum
Senin, 17 Feb 2020 21:20

Poldasu Selidiki Video Hoaks Corona

Kriminal & Hukum
Hari ini: 52.157
Kemarin: 444.264
Bulan Ini: 138.187
Total pengunjung: 1.917.164.122.838
Hits hari ini: 164.020
Total Hits: 12.048.006.752.984
Pengunjung Online: 165