Korupsi Bank Sumut, PT SNP Berhasil Kelabui 14 Bank Senilai Rp2,8 Triliun

Administrator Kamis, 13 Agustus 2020 20:51 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembelian surat berharga berupa Medium Tern Notes (MTN) milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) kepada Bank Sumut melalui PT MNC Sekuritas senilai Rp202 Miliar, banyak hal yang mengejutkan dalam persidangan. PT SNP yang bergerak di bidang pembiayaan alat-alat rumah tangga itu mampu memperdaya 14 bank termasuk bank Sumut dengan total Rp2,8 Triliun.


Hal itu terungkap dari kesaksian mantan Direktur Keuangan PT SNP, Rudi Asnawi secara virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN), Kamis (13/08/2020).


Beberapa kali saksi sempat mendapat teguran dari majelis hakim yang diketuai Sriwahyuni SH untuk kedua terdakwa mantan Pemimpin Divisi Treasur Bank Sumut, Maulana Akhyar Lubis dan mantan Direktur Kapital Market pada MNC Sekuritas, Andri Irvandi.


Sebagai orang yang berperan penting dalam pengelolaan keuangan selalu saja berkilah tidak tahu dan berdalih semuanya bukan dirinya yang mengatur, dimana ia cuma menandatangani saja. Karena majelis hakim melihat saksi masih banyak menututup- nutupi meminta saksi memberi keterangan dengan tenang. Bahkan serasa tak bersalah apa yang dilakukannya.


Malah menyatakan sesuai imbauan perusahaan, dan bahkan ia mengaku telah menjadi korban bersama empat orang pegawai karena dilaporkan oleh pihak Panin Bank. Termasuk Seiling, Anita Susanto, Wahyu Handoko dan Khristian Desasmita.


Namun bukan itu yang dipermasalahkan akan tetapi sebagai direktur keuangan ia tidak paham soal keuangan. Bahkan pihak MNC Sekuritas maupun Bank Sumut yang hadir di Hotel Belmont, saksi juga mengaku lupa termasuk kedua terdakwa.


Sama halnya dengan saksi Wahyu Handoko mengakui membuat list piutang akan tetapi ia tidak mengetahui apakah itu dijual apa tidak?.


Sementara itu, saksi Manager Acounting di PT SNP, Kristian Desasmita mengaku diperintahkan untuk membuat proyeksi laporan keuangan yang seolah-oleh perusahaan tersebut masih sehat. Perintah itu disebutkan saksi dari Sei Ling.


Setelah proyeksi tersebut selesai dibuat, lalu saksi menyerahkan ke Sei ling dan Sei ling menyerahkan ke Leo Candra untuk dikoreksi. Dan kemudian laporan itu sudah pas dan dijabarkan perbulannya dibawa ke beberapa bank untuk dilakukan peminjaman uang ke bank demi mendapatkan dana segar.


Saksi akui, laporan itu tidak benar dan diakal-akali supaya terlihat keuangan tersebut sehat dan akhirnya mendapatkan bantuan dari pihak bank. Masih dalam pengakuannya selama proses pertemuan dengan pihak MNC, dari PT SNP, hadir Sei Ling dan anak Leo Candra yang bernama Leo Darwin.


Bahkan diakuinya sebelum tahun 2017 sudah bermasalah. Untuk menutupi permasalahan keuangan tersebut, PT SNP meminjam uang ke 14 bank termasuk Bank Mandiri sekitar Rp 1 Triliun lebih. Saksi tak hapal berapa kali MTN yang diterbitkan oleh PT SNP.


Akuntan publik yang tergabung dalam nama The Lyoid ada mengaudit PT SNP 2016 dan hasilnya keluar pada Juli 2017 yang hasilnya adalah wajar tanpa pengecualian. Tapi tidak sesuai dengan kenyataan.


Setelah itu, The Lyoid ada lagi melakukan audit terhadap PT tersebut namun tidak selesai. Karena OJK ada meminta suatu dokumen yang pada akhirnya tidak bisa dipenuhi PT SNP. Oleh sebab itu, The Lyoid tidak melanjutkan audit tersebut.


Masih dalam penuturannya, saat pembekuan oleh OJK pada Mei 2018, saksi masih ada. Tetapi pada saat dinyatakan pailit, saksi sudah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut.


Bahkan, sebelum meminjam uang ke bank, PT SNP memperbaiki dahulu laporan keuangan seolah-olah kondisi keuangan perusahaan tersebut sehat.


Laporan keuangan tersebut dibuat terakhir kali pada tahun 2016 dan laporan keuangan itu dipersiapkan untuk penerbitan MTN. Usai mendengarkan keterangan saksi majelis hakim menunda persidangan hingga dua pekan ke depan. (17M.08) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Selasa, 29 Sep 2020 23:32

Polsek Medan Kota Ringkus Pembongkar Rumah

Kriminal & Hukum
Selasa, 29 Sep 2020 20:43

Ananda Anugerah Cukup Nyaman Trial di SSB SKM 24

Olahraga
Selasa, 29 Sep 2020 20:31

Kapolda Sumut Sambut Kedatangan Kabaharkam Polri

Sekitar Kita
Selasa, 29 Sep 2020 14:11

Wow.. Ada Oknum ASN Beli Ijazah untuk Naik Pangkat

Pemerintahan
Senin, 28 Sep 2020 23:34

Komisi II DPRD Karawang Minta Perda LP2B Ditegakan

Pemerintahan
Senin, 28 Sep 2020 19:26

Maling HP Kabur ke Semak-semak

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:22

Wanita Hamil Gantung Diri di Rumah Calon Mertua

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:20

Penjual Sabu Transaksi dengan Polisi

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:17

Polsek Medan Kota Ringkus Pengangguran Konsumsi Sabu

Kriminal & Hukum
Minggu, 27 Sep 2020 22:48

Sah! Abdul Ghafur Sina Jadi Ketua GPA Deliserdang

Pemerintahan
Sabtu, 26 Sep 2020 07:29

Kadis DLH Labuhanbatu Tolak Hasil Swab Covid-19

Pemerintahan
Hari ini: 0
Kemarin: 469.464
Bulan Ini: 209.193
Total pengunjung: 2.796.571.490.160
Hits hari ini: 6.970
Total Hits: 19.690.327.822.354
Pengunjung Online: 183