• Home
  • Kriminal & Hukum
  • Kejiwaan Otak Pembunuhan Hakim Perlu Diperiksa, Sempat Tidur dengan Mayat Suami

Kejiwaan Otak Pembunuhan Hakim Perlu Diperiksa, Sempat Tidur dengan Mayat Suami

Administrator Senin, 20 Januari 2020 21:55 WIB
17merdeka.com
Rekonstruksi otak pelaku pembunuhan hakim yang sempat tidur dengan mayat korban


17MERDEKA, MEDAN - Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan yang menangani perkara pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, diminta melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Zuraida Hanum (ZH), otak pelaku kasus tersebut. 

Sebab, istri kedua korban ini sempat tidur dengan mayat suaminya sendiri sekitar 3 jam, seusai menghabisi nyawa Jamaluddin.

Onan Purba, kuasa hukum Zuraida Hanum mengatakan, proses penyelidikan perkara yang ditangani penyidik kepolisian sejauh ini masih berjalan sebagaimana mestinya, sangat terbuka atau transparan. Namun demikian, nantinya penyidik perlu melakukan pemeriksaan psikologis tersangka ZH.

"Demi kebenaran materiil peristiwa pembunuhan itu tidak ada salahnya nanti dilakukan pemeriksaan ahli, termasuk kejiwaan terhadap klien kami. Bahkan, kondisi kesehatannya juga. Hal ini sangat relevan sekali, makanya perlu diperiksa fisik dan psikologisnya," kata Onan saat dihubungi via selulernya, Senin (20/1).

Menurut Onan, tidur dengan mayat sekitar 3 jam itu menimbulkan suatu pertanyaan besar. Karenanya, dalam menerapkan hukum itu dari segala sisi harus dilakukan. 

"Coba kita bayangkan dari peristiwa pembunuhan itu, kok sanggup tidur dengan mayat sekitar 3 jam. Apakah ada kelainan jiwa atau penyakit jiwanya? Kalau kita ingin mendapatkan kebenaran materiil dari peristiwa itu semurni-murninya. Kita sebagai manusia normal bukan berarti dia (ZH) tidak normal. Jangankan tidur dengan mayat, ditakut-takuti ada hantu saja kita sudah ngeri," sebut Onan.

Dia mengaku, jika nantinya pihak penyidik tidak melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap ZH, maka diajukan permohonan.

"Nanti kami mengajukan permohonan untuk itu (pemeriksaan kejiwaan) kalau penyidik tidak melakukan. Saya kira ini penting dilakukan penyidik, tetapi nanti pada waktunya," tuturnya. 

Disinggung mengenai rekonstruksi yang dilakukan penyidik mulai dari tahap pertama dan kedua, Onan menyatakan tidak ada yang perlu ditanggapi karena dinilai merupakan hasil proses penyelidikan dan penyidikan.

Terkait dengan jumlah adegan yang diperagakan mencapai puluhan, menurut Onan, memang harus seperti itu sifatnya untuk mencari kebenaran materiil dari hasil penyidikan supaya tak mengambang. 

"Rekonstruksi dilakukan sebagai perwujudan dari keterangan di atas kertas, supaya tidak terjadi perbedaan dari hasil penyidikan dengan kenyataan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik telah menggelar rekonstruksi tahap kedua pada Kamis (16/1) lalu. Dalam rekonstruksi tersebut, diperagakan 77 adegan dari beberapa lokasi yang merupakan proses eksekusi dan pembuang jasad korban.

Dalam rekonstruksi tersebut, diketahui Zuraida bersama kedua tersangka M Jefri Pratama (JP) dan Reza Fahlevi (RF) mengeksekusi korban, Jumat (29/11) sekitar pukul 01.00 WIB. 

Setelah itu, Zuraida tidur bersama mayat korban dan bahkan anaknya yang paling kecil. Sekira pukul 03.00 WIB, Zuraida bangun lalu memindahkan anaknya ke kamar lain. Selanjutnya, menyuruh kedua tersangka kembali ke kamar korban.

Menurut Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, rangkaian adegan di rumah korban berakhir pada jam 04.00 WIB tanggal 29 November 2019. "Perdebatan yang terjadi karena tidak sesuai dengan rencana awal. Karena diskenariokan pelaku, korban meninggal karena serangan jantung," kata Martuani Sormin saat diwawancarai di Perumahan Royal Monaco Blok B No 22 Jalan Aswa/Eka Surya, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

"Istri korban masih sempat tidur dengan jasad suaminya selama kurang lebih tiga jam, sebelum dibuang jasad itu," tambahnya. (17M.02) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Rabu, 19 Feb 2020 19:01

Deliserdang Rawan Konflik SARA, Agraria dan Buruh

Pemerintahan
Rabu, 19 Feb 2020 18:27

Polda Sumut Diminta Tangkap Terduga Pelaku Penculikan

Kriminal & Hukum
Selasa, 18 Feb 2020 21:16

Gedung DPRD Deliserdang Rawan Pencurian

Kriminal & Hukum
Senin, 17 Feb 2020 21:20

Poldasu Selidiki Video Hoaks Corona

Kriminal & Hukum
Hari ini: 52.157
Kemarin: 444.264
Bulan Ini: 138.187
Total pengunjung: 1.917.164.887.131
Hits hari ini: 164.560
Total Hits: 12.048.041.468.877
Pengunjung Online: 166