Kejari Langkat Bakal Pelajari Kasus Dugaan Pungli Kapus Desa Teluk

Administrator Selasa, 21 Januari 2020 14:29 WIB
17merdeka.com
Kantor Kejaksaan Negeri Langkat di Stabat


17MERDEKA, LANGKAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Langkat berencana akan mempelajari kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang diduga dilakukan Dr ED selaku Kepala Puskesmas Desa Teluk Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat kepada para tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Desa Teluk.

"Kita pelajari dulu bang," kata Kepala Kejari Langkat diwakili Kasi Intel, Ibrahim Ali via pesan WhatsApp, Selasa (21/1/2020). 

Menurutnya, jika ditemukan bukti-bukti yang kuat tidak tertutup kemungkinan akan melakukan penyelidikan.

"Intinya kita pelajari dulu ya bang," ujarnya.

Sekadar dikabarkan, Kepala Puskesmas (Kapus) Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, berinisial ED "digoyang" isu adanya dugaan tindak pidana Pungutan Liar (Pungli) dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Berdasarkan informasi dan data yang didapat, ternyata praktek dugaan Pungli yang dilakukan Dr ED diduga sudah berjalan hampir 3 tahun lamanya. Tak tanggung-tanggung, hasil yang didapat pun dari Pungli ini diduga mencapai hingga ratusan juta rupiah setiap tahunnya.

Hal ini terlihat dari tulisan yang ada di buku catatan yang berisikan daftar nama-nama tenaga kesehatan dari Puskesmas Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, yang diduga 'menyetor' sejumlah uang kepada Dr ED untuk melakukan pemotongan dana BOK yang mereka terima sebesar 40 persen. Jumlahnya pun variatif, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tenaga kesehatan. 

Kapus Desa Teluk, Dr ED saat ditemui beberapa wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengaku tidak pernah melakukan pungutan apapun di Puskemas yang dipimpinnya itu. 

"Di buku itu ada judulnya gak? Gak ada yang perlu saya sikapi terkait masalah ini, karena selama 3 tahun saya disini, gak penah saya melakukan pungutan. BOK itu langsung masuk ke rekening mereka," kata Dr ED.

"Kita jalankan aja tugas kita masing-masing. Ada aturan yang harus kita jalankan. Laporan apapun yang kalian terima, sudah kita klarifikasi. Hanya itu lah jawaban yang bisa saya sampaikan," katanya mengakhiri.

Terpisah, salah seorang tenaga kesehatan Puskesmas Desa Teluk saat dijumpai wartawan di Kota Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara,  mengaku kalau pemotongan itu sudah dilakukan dr ED selama 3 tahun.

"Alasan dia (ED) uang pemotongan itu untuk disetorkan ke dinas. Tapi sudah kami tanya ke di dinas, bahwa tidak ada uang itu masuk ke sana," katanya kemarin, sembari meminta namanya tidak disebutkan.

Nara sumber menambahkan, ED juga pernah beralasan kalau uang pungutan itu untuk gaji tenaga kebersihan dan satpam. 

"Setelah kami tanya sama satpam, dia mengaku klau gaji yang diterimanya adalah dari dinas, dan tidak ada tambahan dari ED," sambungnya.

"Seharusnya, BOK itu dibagikan oleh seluruh petugas kesehatan puskesmas. Tapi Puskesmas Desa Teluk, hanya orang tertentu aja yang dapat. BOK itu kan pengganti uang transpot kami, kok seenaknya aja dia (Dr ED) main potong gitu," pungkasnya kesal.

Terpisah, salah seorang tenaga kesehatan lain saat dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya mengaku kalau BOK nya juga dipotong oleh Dr ED. 

"Memang ada dipotong BOK ku Desember 2019 kemarin. Kata (ED), untuk uang kesejahteraan Puskesmas. Kemarin aku langsung nyetor sebesar 40 persen dari BOK," bebernya.

Nara sunber juga mengatakan, bahwa pemotongan BOK yang diterima tenaga kesehatan di Puskesmas Desa Teluk, sudah berjalan selama 3 tahun sejak dr ED menjadi Kapus. 

"Setiap kali pencairan BOK kita dipotong 40 persen. Terahir kali ini saya nyetor ke Ibu itu 800ribu lebih," pungkasnya.

Sebelum ED menjadi Kapus Desa Teluk, tidak ada pemotongan BOK. Tenaga kesehatan mendapatkan BOK secara utuh. Disamping itu, ada tiga orang masing-masing berinisial HRB, EN dan MW yang diduga sebagai orang suruhan ED untuk melakukan pungutan ke rumah-rumah.

Tenaga kesehatan Puskesmas Desa Teluk berharap agar masalah ini dapat memjadi perhatian serius dari pihak terkait. Dan kepada aparat penegak hukum agar bisa mengusut tuntas kasus dugaan pungli tersebut. (17M.09) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Rabu, 19 Feb 2020 19:01

Deliserdang Rawan Konflik SARA, Agraria dan Buruh

Pemerintahan
Rabu, 19 Feb 2020 18:27

Polda Sumut Diminta Tangkap Terduga Pelaku Penculikan

Kriminal & Hukum
Selasa, 18 Feb 2020 21:16

Gedung DPRD Deliserdang Rawan Pencurian

Kriminal & Hukum
Senin, 17 Feb 2020 21:20

Poldasu Selidiki Video Hoaks Corona

Kriminal & Hukum
Hari ini: 52.577
Kemarin: 444.264
Bulan Ini: 138.190
Total pengunjung: 1.917.177.843.168
Hits hari ini: 166.900
Total Hits: 12.048.189.850.536
Pengunjung Online: 168