Joni Pemilik Senpi Ilegal Disidangkan

Administrator Selasa, 11 Agustus 2020 19:58 WIB
17merdeka.com
Terdakwa Joni, pemilik senpi ilegal yang menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan.



17MERDEKA, MEDAN - Joni (48) menjalani sidang perdana di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/8/2020) sore. Warga Jalan Komplek Brayan City Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat itu didakwa telah memiliki senjata api (senpi) ilegal.


Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Anwar Ketaren, pada Jumat, 7 Februari 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, di rumah terdakwa yakni Komplek Brayan City Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat, didatangi oleh petugas kepolisian dari Polda Sumut.


Saat itu, petugas mencurigai terdakwa yang penahanannya ditangguhkan itu masuk ke dalam jaringan judi online. Ketika menggeledah rumah terdakwa, petugas menemukan sebuah tas jinjing yang disimpan di dalam lemari.


"Ternyata, tas itu berisi sepucuk senjata Air Soft Gun lengkap dengan tabung gas dan gotri/mimis," cetus JPU dari Kejatisu itu.


Di hadapan petugas, terdakwa tidak dapat menunjukkan izin atas kepemilikan dan menyimpan senjata Air Soft Gun tersebut.


Terdakwa mengakui bahwa senjata tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Gunawan alias Asiong yang bekerja sebagai pengurus satpam Komplek Brayan City seharga Rp 1.500.000, pada tahun 2017.


"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951," cetus JPU.


Usai membacakan dakwaan, majelis hakim yang diketuai oleh Jarihat Simarmata menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda nota eksepsi (keberatan atas dakwaan).


Sebelumnya, Joni sempat ditahan oleh pihak kejaksaan. Namun sebelum sidang perdana digelar, majelis hakim mengeluarkan surat penetapan Nomor: 1965/Pid.Sus/2020/PN.Mdn.


Dalam isi surat itu, majelis hakim melakukan penangguhan penahanan terhadap terdakwa Joni pada Rabu tanggal 5 Agustus 2020.


Penetapan tersebut sangat disayangkan masyarakat karena persidangan belum dibuka sama sekali.


Dalam surat permohonan pada tanggal 3 Agustus 2020, terdakwa memohon agar mendapat pengalihan tahanan dari Rutan Polda Sumut ke tahanan kota. Atas dasar permohonan itu, Ketua Majelis Hakim, Jarihat Simarmata didampingi hakim anggota, Tengku Oyong dan Bambang Joko mengabulkannya. (17M.05)



T#g:
Komentar
Berita Terkini
Selasa, 29 Sep 2020 20:43

Ananda Anugerah Cukup Nyaman Trial di SSB SKM 24

Olahraga
Selasa, 29 Sep 2020 20:31

Kapolda Sumut Sambut Kedatangan Kabaharkam Polri

Sekitar Kita
Selasa, 29 Sep 2020 14:11

Wow.. Ada Oknum ASN Beli Ijazah untuk Naik Pangkat

Pemerintahan
Senin, 28 Sep 2020 23:34

Komisi II DPRD Karawang Minta Perda LP2B Ditegakan

Pemerintahan
Senin, 28 Sep 2020 19:26

Maling HP Kabur ke Semak-semak

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:22

Wanita Hamil Gantung Diri di Rumah Calon Mertua

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:20

Penjual Sabu Transaksi dengan Polisi

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:17

Polsek Medan Kota Ringkus Pengangguran Konsumsi Sabu

Kriminal & Hukum
Minggu, 27 Sep 2020 22:48

Sah! Abdul Ghafur Sina Jadi Ketua GPA Deliserdang

Pemerintahan
Sabtu, 26 Sep 2020 07:29

Kadis DLH Labuhanbatu Tolak Hasil Swab Covid-19

Pemerintahan
Jumat, 25 Sep 2020 20:57

Rektor UINSU Diperiksa, Poldasu Segera Kirim Berkas ke JPU

Kriminal & Hukum
Hari ini: 426.397
Kemarin: 415.008
Bulan Ini: 204.478
Total pengunjung: 2.796.384.579.123
Hits hari ini: 719.884
Total Hits: 19.688.556.888.068
Pengunjung Online: 179