539,8 Hektar Lahan Sawit Mantan Sekretaris MA Periode 2011-2016 Disita KPK

Administrator Kamis, 13 Agustus 2020 20:40 WIB
17merdeka.com

17MERDEKA, MEDAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan atas penyitaan aset berupa lahan sawit tersangka mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) berinisial NHD atas dugaan kasus suap terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung Tahun 2011-2016.

Teranyar, KPK melakukan penyitaan aset yang diduga terkait dengan tersangka NHD, berupa lahan kebun sawit dan dokumen pendukungnya yang terletak di beberapa kecamatan di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.

Penyitaan disaksikan pula oleh notaris/PPAT, Perangkat Desa setempat, pengelola Sawit dan pihak yang menguasai dan mengetahui terkait aset tersebut untuk memastikan legalitas dan lokasi atas kebun sawit dimaksud.

"Untuk luas lahan yang disita, berupa kebun sawit kurang lebih sekitar 530,8 hektar. Saat ini pada lahan kebun sawit tersebut telah dipasang tanda papan penyitaan oleh KPK," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (13/8/2020).

Lanjut Ali dalam memberikan penjelasan, KPK mengingatkan agar siapapun dilarang memasuki areal lahan dengan tujuan mengambil dan memanfaatkan hasil sawit tersebut untuk kepentingan pribadi.

"Sekalipun saat ini dalam penyitaan penyidik KPK, operasional perkebunan yang melibatkan masyarakat setempat masih tetap berjalan normal seperti biasa," bebernya.

Sebelumnya, Tim Penyidik KPK telah berkoordinasi dengan Kristanti Yuni Purnawanti selaku Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas, Sumatera Utara, untuk melanjutkan proses penyidikan perkara TPK dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016 dengan tersangka NHD dan kawan-kawan.

"Koordinasi ini dilakukan dalam bentuk peminjaman ruang kerja sebagai tempat pemeriksaan saksi-saksi dalam rangka penyitaan dan juga bantuan pengamanan dari personil Kejaksaan Negeri Padang Lawas Sumatera Utara," ungkap Ali.

Agenda yang dilaksanakan oleh Tim Penyidik KPK, sambung Ali, yaitu pemeriksaan saksi-saksi dalam rangka penyitaan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan lahan kelapa sawit yang tersebar di beberapa kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Padang Lawas.

"Pemeriksaan saksi-saksi, dan penyitaan berupa dokumen dan lahan sawit yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumut yang di duga terkait dengan tersangka NHD," Katanya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (8/8/2020) lalu, KPK melakukan lanjutan pemeriksaan tersangka NHD sesuai aturan yang berlaku.

Di mana, KPK melanjutkan pemeriksaan tersangka NHD untuk kepentingan penyidikan perkara dugaan suap terkait dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung Tahun 2011-2016. (17M.05) 

T#g:
Komentar
Berita Terkini
Selasa, 29 Sep 2020 20:43

Ananda Anugerah Cukup Nyaman Trial di SSB SKM 24

Olahraga
Selasa, 29 Sep 2020 20:31

Kapolda Sumut Sambut Kedatangan Kabaharkam Polri

Sekitar Kita
Selasa, 29 Sep 2020 14:11

Wow.. Ada Oknum ASN Beli Ijazah untuk Naik Pangkat

Pemerintahan
Senin, 28 Sep 2020 23:34

Komisi II DPRD Karawang Minta Perda LP2B Ditegakan

Pemerintahan
Senin, 28 Sep 2020 19:26

Maling HP Kabur ke Semak-semak

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:22

Wanita Hamil Gantung Diri di Rumah Calon Mertua

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:20

Penjual Sabu Transaksi dengan Polisi

Kriminal & Hukum
Senin, 28 Sep 2020 19:17

Polsek Medan Kota Ringkus Pengangguran Konsumsi Sabu

Kriminal & Hukum
Minggu, 27 Sep 2020 22:48

Sah! Abdul Ghafur Sina Jadi Ketua GPA Deliserdang

Pemerintahan
Sabtu, 26 Sep 2020 07:29

Kadis DLH Labuhanbatu Tolak Hasil Swab Covid-19

Pemerintahan
Jumat, 25 Sep 2020 20:57

Rektor UINSU Diperiksa, Poldasu Segera Kirim Berkas ke JPU

Kriminal & Hukum
Hari ini: 426.397
Kemarin: 415.008
Bulan Ini: 204.478
Total pengunjung: 2.796.392.443.580
Hits hari ini: 724.321
Total Hits: 19.688.806.295.948
Pengunjung Online: 180