4 Kurir 56 Kg Sabu Dituntut Mati

Administrator Jumat, 10 Januari 2020 19:31 WIB
17merdeka.com
Satu dari lima kurir 56 Kg Sabu yang dituntut mati jaksa penuntut umum dari Kejari Medan.

17MERDEKA, MEDAN - Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Medan Nur Ainun SH MH menuntut hukuman mati terhadap empat terdakwa atas kepemilikan sabu seberat 56 Kg di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan. 

Keempat terdakwa yakni Iskandar alias Is bin Hamid (39) Sunarto alias Narto bin M. Suniyo (47), Suhairi alias Heri Bin Manjo (42) dan Marsimin alias Min bin Mat Suwardi (47).

"Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada keempat terdakwa dengan hukuman mati, karena telah terbukti bersalah melanggar pasal  114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU RI No.35 Tahun  2009 tentang  Narkotika," tegas Jaksa Nur Ainun SH MH di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH, Jumat (10/1/2020) siang. 

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH MH menunda persidangan pekan depan dengan agenda pembelaan terhadap para terdakwa (pledoi).

Sementara itu, terdakwa lainnya dalam kasus yang sama yakni terdakwa Boiman alias Boy bin Kartowijoyo belum bisa menjalani sidang  tuntutan dikarenakan berhalangan sakit.

"Terdakwa Boiman belum kita tuntut, dia (terdakwa Boiman) masih sakit, jadi ditunda dulu tuntutan terhadap terdakwa," ucap JPU Nur Ainun.

Dalam dakwaan JPU Nur Ainun menyebutkan Iskandar alias Is Bin Hamid bersama dengan Suhairi, Boiman, Marsimin dan Sunarto ditangkap pada 26 April 2019 sekitar pukul 17.30 WIB bertempat di Hotel Alam Sutera Palembang.

Kelimanya didakwa melakukan Tindak Pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman.

Dimana awalnya terdakwa Iskandar yang merupakan orang kepercayaan, Atok (DPO) dan sebagai koordinator lapangan dalam peredaran narkotika melakukan komunikasi HP dimana saat itu ia berada di Hotel Alam Sutera Palembang.

Selanjutnya terdakwa Iskandar memberikan nomor HP terdakwa Suhairi kepada Atok (DPO). Setelah itu, terdakwa Iskandar pindah ke Hotel Grand Lestari Palembang. Tak lama kemudian Atok (DPO) menelepon dan menyuruh terdakwa  Suhairi untuk mengambil sabu 90 bungkus di Jalan Medan Tembung.

"Iskandar menyimpan sabu tersebut di gudang yang juga sebagai tempat tinggal terdakwa Suhairi yang beralamat di Pasar 3 Jalan Masjid, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Provinsi Sumut," tuturnya.

Kemudian terdakwa Suhairi dan terdakwa Boiman mengambil sabu tersebut dan disimpan di gudang. Pada pukul 17.20 WIB, Suhairi menelepon terdakwa Iskandar melaporkan bahwa ada 90 bungkus sabu. Lalu terdakwa Suhairi diperintahkan oleh terdakwa Iskandar untuk mengantar 40 bungkus ke Batang Kilat.

"Sekitar pukul 17.30 WIB, terdakwa Suhairi menghubungi terdakwa Marsimin untuk antar 40 bungkus yang terdiri dari 2 tas ke Batang Kilat bersama Boiman dengan gunakan mobil Yaris warna hitam milik dari terdakwa Suhairi," jelas Jaksa Nur.

Setelah mengantar sabu tersebut, kemudian terdakwa Marsimin dan terdakwa Sunarto menemui terdakwa Suhairi, selanjutnya terdakwa Suhairi menyerahkan uang sebesar Rp 1 juta kepada terdakwa Marsimin untuk dibagi dua.

Sebelum meninggalkan para terdakwa lainnya, terdakwa Suhairi juga menyampaikan kepada terdakwa Marsimin untuk nanti ada kerjaan lagi dan menyuruh agar standby karena narkotika jenis sabu dengan berat 50 bungkus belum diperintahkan oleh terdakwa Iskandar.

Namun pada saat Iskandar meninggalkan keempat terdakwa lainnya, petugas anggota Bareskrim Polri menangkap keempat terdakwa Suhairi, Boiman, Marsimin dan Sunarto di Palembang.

Setelah menangkap keempat terdakwa, petugas memperoleh informasi pengembangan dari Tim Bareskrim Polri yang berada di Medan.

"Lalu personel melakukan pencarian terhadap terdakwa Iskandar dan pada, 28 April 2019, polisi Willy Muhamad dan Rio Aditya dapat menangkap terdakwa Iskandar di Hotel Grand Lestari Palembang," beber JPU.

Bahwa berdasarkan barang bukti yang ditemukan petugas dari para terdakwa yakni 50 bungkus di dalam 2 buah tas yang masing-masing berisi 25 bungkus warna hijau dengan berat 50 kg sabu, 1 buah plastik kresek warna hitam yang didalamnya berisikan sabu seberat 1 kg dan 4 bungkus plastik yang berisikan 5,2 kg.

Dari 50 bungkus sabu yang ditemukan petugas Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, merupakan sisa dari 90 bungkus yang diambil oleh terdakwa Iskandar dan terdakwa Boiman. Sedangkan 40 bungkus sudah berhasil diserahkan kepada pembelinya oleh terdakwa Marsimin dan terdakwa Sunarto.

Bahwa sebelumnya terdakwa Suhairi dua kali diperintah oleh Atok (DPO) untuk mengantar sabu pada Januari 2019 sebanyak 30 kg sabu dan di bulan Februari 2019 sebanyak 40 kg sabu. 

Terdakwa Suhairi mengajak terdakwa Marsimin dan Sunarto. Terdakwa Suhairi dijanjikan upah oleh Atok sebesar Rp8 juta perkilonya. (17M.05) 




T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 25 Jan 2020 00:12

Kapoldasu Pastikan Perayaan Imlek di Sumut Kondusif

Sekitar Kita
Kamis, 23 Jan 2020 20:34

Polsek Patumbak Ringkus 2 Pemilik Sabu Paket Rp 50 Ribu

Kriminal & Hukum
Rabu, 22 Jan 2020 21:23

5 Kurir 56 Kg Sabu Divonis Mati

Kriminal & Hukum
Rabu, 22 Jan 2020 17:39

Polda Sumut dan Interpol Ringkus Buronan Warga Pakistan

Kriminal & Hukum
Selasa, 21 Jan 2020 22:05

Tersangka Curanmor Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Kriminal & Hukum
Selasa, 21 Jan 2020 18:42

2 Eksekutor Hilangkan Barang Bukti Usai Habisi Jamaluddin

Kriminal & Hukum
Hari ini: 25.180
Kemarin: 478.680
Bulan Ini: 168.827
Total pengunjung: 1.822.573.805.511
Hits hari ini: 116.596
Total Hits: 11.332.015.020.237
Pengunjung Online: 176