Kaum Milenial Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Administrator Rabu, 28 Agustus 2019 20:23 WIB
17merdeka.com
Konfrensi pers tiga kota melalui video Jakarta, Surabaya dan Medan di salah satu hotel di Medan, Rabu (28/8).

17MERDEKA, MEDAN - Meningkatnya tingkat pendapatan dan kemampuan belanja kaum milenial, diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Berdasarkan data riset‎ ekonomi, tingkat pendapatan berbagai segmentasi populasi antara 2010-2019, pendapatan riil kaum milenial tumbuh 8,6 persen per tahun secara tingkat pertumbuhan bertahap. Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan antara tiga hingga lima persen pada kelompok demografi lainnya," ujar Enrico Tanuwidjaja, Ekonom UOB Indonesia Konfrensi Pers tiga kota melalui video Jakarta, Surabaya dan Medan, bertema 'Unleashing the Most Powerful Growth Engine-The Consuming Cass di Medan, Rabu (28/8).

Menurutnya, kaum milenial Indonesia dewasa ini menghabiskan hingga 50 persen pendapatannya pada gaya hidup '4 S' yaitu, Sugar (makanan dan minuman), Skin (perawatan tubuh dan kecantikan Sun (liburan dan hiburan), serta Screen‎ (konsumsi layar digital).

Seiring meningkatnya pembelanjaan kaum milenial yang diikuti kenaikan pendapatan, sambungnya, diharapkan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia. 

Seiring itu pula, meningkatnya pendapatan dan jenis pilihan pembelanjaan generasi milenial, turut membuka kesempatan pebisnis memenuhi kebutuhan segmen populasi ini, dan tentunya juga akan berkontribusi pada pertumbuhan bisnis mereka.

"Sementara, Indonesia diproyeksi mengalami pertumbuhan positif. Kami mengantisipasi tingkat pertumbuhan yang tetap rendah sebesar 0,1 persen dari tahun ini hingga 2020," ucapnya.

Enrico menambahkan, selain konsumsi kaum milenial, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang berperan penting menciptakan lapangan kerja, mendorong ekspor dan berkontribuso pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)‎.

Menurutnya, para UKM harus mampu mengoptimalkan bisnis untuk pertumbuhan dan ekspansi usaha agar UKM terus berkontribusi besar pada perekonomian. Digitalisasi akan membatu mencapai tujuan dan menjadikan bisnis tetap kompetitif.

Dikatakan, melalui penggunaan teknologi, UKM mampu mengotomatisasi proses operasional bisnis dan meningkatkan produktivitas untuk membebaskan sumber daya lainnya.

"Untuk membantu UKM mendapat manfaat dari ragam solusi digital, kami menawarkan solusi manajemen bisnis terintegrasi berbasis cloud, UOB BizSmart. Solusi ini membantu UKM menjalankan berbagai aktivitas bisnis secara lebih efisien. Juga membantu tetap kompetitif, tumbuh dan berkembang lebih efektif," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia, Kevin Lam menguraikan, mereka menyadari generasi milenial Indonesia akan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi, seiring meningkatnya konsumsi pribadi kelas menengah dan daya beli yang kuat.

"Kami memprediksi pertumbuhan PDB Indonesia secara masing-masing 5,1 persen pada 2019 dan 5,2 persen pada 2020 di tengah gejolak ekonomi global saat ini," pungkasnya. (17M.02) 
T#g:
Komentar
Berita Terkini
Sabtu, 30 Mei 2020 21:48

4 Komplotan Pencuri Motor Personel Brimob Diringkus

Kriminal & Hukum
Sabtu, 30 Mei 2020 19:28

Pelayanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali

Sekitar Kita
Kamis, 28 Mei 2020 21:14

Heboh!! Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas di Percut

Kriminal & Hukum
Kamis, 28 Mei 2020 21:10

Sebulan, Polrestabes Medan Ringkus 60 Bandit Narkoba

Sekitar Kita
Kamis, 28 Mei 2020 20:59

Pemilik Bengkel Bunuh Penarik Becak Bermotor

Kriminal & Hukum
Hari ini: 10.256
Kemarin: 31.656
Bulan Ini: 49.303
Total pengunjung: 2.381.145.802.863
Hits hari ini: 21.016
Total Hits: 15.501.751.422.406
Pengunjung Online: 149